RSS Feed

Tag Archives: super junior

LAST GIFT

Posted on

AUTHOR             : Lee Sung Hee/@vanessaaecha

GENRE                : Angst, Little bit comedy

RATING               : PG

CAST                   : Kim Hyorin(ELF), all Super Junior members, Tuan&Nyonya Kim, Kwon Nara, Jung                            ahjumma, Dr. Lee.

LENGTH               :  3.022 words

 

THIS FF IS MADE BY ME

TYPO MAYBE DETECTED(?), ALUR KECEPETAN Mian (_ _)

DONT BASH, DONT COPYCAT. HAPPY READING ^^

 

 

10 April 2012

 

“Nona muda, sekarang waktunya minum obat” ujar seorang wanita paruh baya yang rambutnya sudah mulai memutih dengan sebuah nampan ditangannya yang diatasnya ada segelas air dan berbagai macam obat-obatan, Jung ahjumma.

“Andwae, aku tidak mau ahjumma” sahut si nona muda itu, Kim Hyorin, yang sedang duduk di kursi roda terlihat asyik menulis di bukunya,

“Tapi, nona harus minum obat ini dengan teratur, kalau tidak…”, belum sempat ahjumma itu melanjutkan kalimatnya, Hyorin sudah mendahuluinya “Eommaku akan marah, dan penyakitku kambuh dan tambah parah, bukan begitu? Aku tidak apa-apa ahjumma, sekarang aku hanya ingin sendiri”, “Tapi aku ingin satu hal, tolong ambilkan iPod diatas ranjangku” lanjut Hyorin,

“Ah ne, arraso” kata ahjumma itu.

“Ini iPodnya nona muda”

“Ne, Gomawo. Sekarang ahjumma boleh keluar dari kamarku”.

 

Hyorin PoV

Aku mendorong kursi rodaku ke balkon kamarku untuk mencari udara segar, sudah lama aku tidak merasakan udara segar karena 2 bulan yang lalu aku masuk kerumah sakit, karena penyakitku.

“Haaahh.. Segarnya” Aku menarik nafas dalam sambil memejamkan mataku, merasakan sejuknya angin yang berhembus.

Aku memasang headset dan kemudian mendengar lagu favoritku,

 

‘Now Playing, Super Junior-Marry You’

 

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do), nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do), nuhreul jikyuhjulge (My love). Ah, aku rindu sekali lagu ini” Ujarku sambil menyanyikan lirik marry you.

Aku pun beralih mengambil buku yang sedari tadi kupegang, buku ini yang sudah menemaniku sejak 3 tahun lalu sampai sekarang. Di covernya, ada fotoku bersama barang-barang koleksi Super Junior ku, di halaman pertama sampai 15 ada profile dan foto-foto member Suju, dan halaman berikutnya ada perjalanan karier Suju, kemudian dilanjutkan dengan kumpulan puisiku. Aku memang penggemar Suju, ya, aku seorang ELF, mereka lah yang selama ini membuat hari-hariku ceria, dan bersemangat, walau dengan kondisiku yang seperti ini. Aku sudah sakit parah sejak 3 tahun yang lalu, tapi bagaimanapun aku harus bisa bertahan, setidaknya, sampai aku bisa bertemu mereka, Super Junior.

Aku mendorong kursi rodaku kedalam kamar, kemudian perlahan merebahkan tubuhku diatas ranjang king size ku,

 

‘Drrt drttt’ ‘One New Message’

 

From : Nara ♥

Hyorin-a~, aku baru saja membuka situs SJ tadi, dan kau tahu? Mereka akan konser disini tanggal 15 April! Kyaaa >.<.>

 

‘Suju akan kesini? Tapi…’ Ujarku dalam hati

 

‘To : Nara ♥

Jeongmal? Tapi, ah molla, aku mungkin tidak akan bisa kesana, kau tahu sendiri bagaimana Appa dan Eommaku yang overprotektif, ditambah dengan kondisiku ini :C’

 

‘From : Nara ♥

Jangan putus asa KIM HYORIN~! Kau harus berusaha, demi SJ! Kau pasti bisa Hyorin-a, FIGHTING~! ^o^ ㅋㅋ’

 

Aku tersenyum kecil membaca SMS terakhir Nara, sahabat dekatku sejak kecil, “Ya pasti aku bisa, aku harus berusaha demi mereka” Aku mengepalkan tanganku dengan bersemangat.

 

Another Place in SJ’s Dorm

 

“Hyung~ jadwal kita apa saja?” tanya Donghae.

“Hmm, kita ada show di Incheon tanggal 15 April, kemudian tanggal 28-29 April di Jakarta” jawab Leeteuk.

“Lalu, rencana kita apa untuk show disana nanti?” lanjut Donghae.

“Ya, seperti biasanya, kita harus mengutamakan agar ELF terhibur, senang, dan puas nanti” kata Leeteuk.

“Bagaimana kalau aku memakai kostum telur nanti? Pasti akan menarik~” timpal Kyuhyun.

“Mwo?! Avamu saja telur dari dulu, dan sekarang kau ingin memakai kostum telur saat show? Yang ada para ELFs bosan melihat telurmu itu” ujar Donghae.

“Biar saja mereka bosan dengan telurku, yang penting mereka tidak bosan melihat ketampanan dan suara merduku” kata Kyuhyun dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

“Aisshh, kau ini” Donghae dan member lain pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah Kyuhyun.

“Sebaiknya mulai sekarang aku mendesain kostum telur, pasti menarik!” tambah Kyuhyun yang kemudian menghilang ke kamarnya dan Sungmin.

 

Author PoV

 

Jung Ahjumma berjalan di lorong ruang tamu bernuansa eropa yang kental dan banyak pilar besar disana-sini, dengan sebuah nampan berisi makanan dan beberapa obat-obatan. Jung ahjumma menaikki tangga menuju lantai atas, ke kamar Hyorin.

Sampai didepan pintu besar bercat putih dengan desain ala eropa, yaitu pintu kamar Hyorin, Jung ahjumma pun mengetuk pintu.

 

‘Tok Tok Tok’ Jung ahjumma mengetuk pintu kamar Hyorin, tapi tidak ada balasan.

 

‘Tok Tok Tok’ Jung ahjumma kembali mengetuk, tetapi tak ada sahutan lagi.

 

“Nona muda, sekarang sudah malam, waktunya nona muda makan malam” Ujar Jung ahjumma, tetapi lagi-lagi tidak ada suara dari Hyorin.

“Nona muda apa masih tidur? Biasanya dia langsung menjawab, sebaiknya aku coba masuk kamarnya” raut wajah Jung ahjumma terlihat bingung, kemudian ia pun membuka pintu kamar Hyorin, dan melihat Hyorin yang masih terbaring di ranjangnya.

“Nona Muda, ayo bangun, saatnya makan malam” Jung ahjumma menepuk pelan lengan Hyorin, tetapi tak ada reaksi sama sekali.

“Kenapa wajahnya pucat? Astaga! Tubuh nona muda panas sekali, aku harus segera menelepon Dokter Lee!” dengan cepat, Jung ahjumma menelepon Dokter Lee menggunakan HP Hyorin, dan tak lupa menelepon Nyonya dan Tuan Kim.

 

—————————————————————————————————————————

 

“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya wanita paruh baya, yang terlihat masih cantik walau umurnya sudah sekitar empat puluhan bertanya pada Dokter Lee.

“Nyonya Kim, Hyorin harus segera dirawat intensif di rumah sakit hari ini juga. Dan satu hal, apa Hyorin teratur minum obat yang ku berikan?” Jawab Dokter Lee.

Nyonya Kim menoleh kearah Jung ahjumma yang terlihat gusar, meminta jawaban.

“Ah.. Nona muda, memang tadi pagi dan siang menolak untuk minum obat sehabis makan, dia tetap menolak walaupun sudah kupaksa” Ujar Jung ahjumma.

“Pantas saja, obat itu harus diberikan pada Hyorin secara teratur, kalau tidak ya, kondisinya akan seperti ini, dan tambah parah. Sekarang Hyorin harus dibawa kerumah sakit”

” Ne, baiklah Dokter Lee dan aku akan ke rumah sakit, Jung ahjumma, tolong kau telepon tuan Kim untuk segera menyusul ke rumah sakit” Nyonya Kim mengambil scarf dan blazernya, kemudian bergegas ke rumah sakit.

“Arraso nyonya” Jawab Jung ahjumma.

 

In Hospital 11 April 2012

 

“Mmm.. mmm” Hyorin perlahan membuka matanya, “Aku ada dimana? Mengapa ada Eomma?” Hyorin berbicara dengan perlahan.

“Hyorin? Kau sudah sadar?” Nyonya Kim yang sedang mengaduk cappucino terkejut dengan suara Hyorin, kemudian menoleh kearah putri tunggal kesayangannya itu.

“Ne~” Ujar Hyorin dengan suara parau, tubuhnya masih sangat lemas.

“Syukurlah. Chagi, kau semalam pingsan, kemudian Eomma dan Dokter Lee membawamu kerumah sakit. Kau pingsan karena tidak mau minum obatkan? Dasar anak Eomma bandel” Nyonya Kim mencubit kecil hidung Hyorin.

“Ah Eomma~, aku tidak suka obat itu, sudah 3 tahun aku minum obat pahit itu” Bibir pucat Hyorin mengerecut seperti anak kecil.

“Tapi kau tidak boleh begitu, ini demi kesembuhanmu Chagi” Nyonya Kim mengelus puncak kepala anaknya itu.

“Ehm.. Annyeong Appa datang” Terdengar suara berat Appa Hyorin, Tuan Kim.

“Appa~!” Ujar Hyorin sambil tersenyum.

“Ne Chagi. Bagaimana keadaanmu, hm?”

“Ya beginilah Appa, terbaring lagi, minum obat pahit lagi” Hyorin mengerucutkan bibir pucatnya lagi.

“Makanya anak Appa jangan nakal, jadi seperti ini kan” Tuan Kim mengelus puncak kepala Hyorin.

“Ne ne~. Eomma, aku ingin Nara kesini, Eomma telepon dia ya”

“Ne Chagi, Eomma akan menghubungi Nara”.

30 Minutes Later

“Hyorin-aa~~!” Terdengar suara cempreng yang khas menyeruak masuk ruangan Hyorin, siapa lagi kalau bukan Nara. Nara pun membungkukkan badannya memberi salam pada Eomma dan Appa Hyorin, kemudian berjalan menuju Hyorin.

“Nara~~, sudah lama kita tidak bertemu” Hyorin melebarkan kedua tangannya seakan ingin memeluk Nara, mereka pun berpelukan.

“Ne, aku juga. Bagaimana kondisimu? Apa kau baik-baik saja? Tidak kenapa-kenapa? Aku sangat khawatir”

“Kau ini berlebihan sekali sih, aku tidak apa-apa, gwenchana”

“Bagaimana tidak apa-apa. Lihat saja badanmu ini jadi semakin kurus,wajahmumu juga pucat seperti vampire”

“Gwenchanayo. Eomma, Appa, bisa tinggalkan kami sebentar? Aku ingin berbicara pada Nara” Kata Hyorin lemas.

“Ne, Chagi” Jawab mereka berdua.

“Nara ya, aku boleh meminta satu hal dari mu?” Tangan Hyorin yang diinfus memegang tangan Nara.

“Ne, tentu saja. Apa itu?”

“Aku ingin sekali bertemu Suju, bisakah kau membantuku? Sekali ini saja, bantu aku, aku ingin bertemu mereka, melihat mereka secara langsung, terutama Eunhyuk dan Leeteuk oppa”

“Arraso, kau tenang saja, pasti aku akan membantumu Hyorin-a” Nara tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi-gigi putihnya.

“Gomawo” Hyorin  tersenyum simpul.

 

======================================================================

 

Nara Pov, 12 April 2012

“Hhooamm” Aku meregangkan kedua lenganku dan mengumpulkan nyawaku kembali untuk menjalani hari ini, mataku masih sangat mengantuk karena aku begadang semalam untuk mengumpulkan jadwal Suju.

“Pagi yang cerah. Mulai hari ini aku harus membantu Hyorin, kasihan dia. Bagaimanapun caranya aku harus bisa mempertemukan Hyorin dengan Suju. Ya, Kwon Nara FIGHTING!” Aku menyemangati diriku sendiri, hari ini aku akan mulai menemui Suju, dan berusaha memberitahu mereka tentang Hyorin.

Setelah mandi dan bersiap-siap, kuambil secarik kertas berisi jadwal Suju yang kukumpulkan, kemudian membacanya.

“Jam 10 pagi, siaran Music Bank, jam 2 siang siaran Inkigayo, jam 7 malam Eunhyuk, Leeteuk, Donghae siaran radio sukira. Baiklah, aku akan menemui Eunhyuk, Leeteuk, dan Donghae saja nanti malam sehabis mereka siaran sukira” Walaupun aku dan Hyorin tinggal di Incheon, dan Suju ada di Seoul, tapi tak apa, demi sahabatku.

 

In Dorm Suju

“Jadwal kita hari ini tidak begitu padat, jam 10 pagi, siaran Music Bank, jam 2 siang siaran Inkigayo, jam 7 malam Eunhyuk, aku, dan Donghae siaran radio sukira” kata Leeteuk sambil membolak-balik jadwal-jadwal mereka.

“Baik hyung” Jawab semua member secara serempak tak terkecuali Eunhyuk.

“Mwo?” Kata Eunhyuk yang terlihat serius menatap layar laptop Apple nya.

“Wae?” Jawab Siwon.

“Aku sedang melihat-lihat kumpulan ELFs story yang berusaha bertemu kita, kalian ingin melihatnya? Ternyata perjuangan mereka sangat keras sekali, aku menjadi terharu, mereka ternyata benar-benar mencintai kita” Ujar Eunhyuk.

Semua member pun mengalihkan pandangannya ke layar laptop Eunhyuk.

“Aku benar-benar salut pada semua ELF, mereka benar-benar mencintai kita setulus hati mereka. Bahkan ada ELF yang sakit parah tetapi tetap mencintai kita” Ujar Sungmin

“Kita harus memberikan yang terbaik untuk mereka semua karena telah menjadi ELF dengan setulus hati” Tambah Leeteuk yang dibalas dengan anggukan para member.

 

Author PoV

Nara memakai blazer coklat dan scarf hitam yang ia lilitkan dilehernya, bergegas menuju Seoul untuk menemui Super Junior menggunakan bus. Nara sengaja pergi sore hari agar bisa sampai tepat waktu. Sebelum pergi, Nara mengirim pesan pada Hyorin.

‘To: Hyorin ♥

Aku sedang menuju Seoul bertemu oppadeul, ini semua untukmu. Doakan aku ya supaya berhasil ^^’

Tak lama, Hyorin pun membalasnya

‘From: Hyorin

Ne~ Gomawo Nara ya, FIGHTING. C:’

Nara tersenyum simpul, kemudian berangkat ke Seoul.

 

2 Hours Later

 

======================================================================

 

Jam menunjukkan pukul 5 sore, dan Nara telah tiba “Akhirnya sampai juga di Seoul. Sekarang aku akan pergi ke studio sukira” Nara memasukkan kedua tangannya kedalam kantung blazernya, kemudian berjalan menuju studio sukira yang tak begitu jauh dari pemberhentian bus.

Nara pun sampai di studio sukira, Nara menunggu kedatangan Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae di taman dekat sukira.

Tak berapa lama, mobil van putih sampai di sukira, Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae turun bergantian dari van tersebut.

“Ah.. Itu mereka!” Nara pun berlari kecil menghampiri mereka.

“Oppa.. Oppadeul~!” Nara berteriak, Leeteuk pun menoleh ke arah sumber suara.

“Ne?” Kata Leeteuk

“Oppa.. Bisakah aku berbicara dengan kalian bertiga? Sebentar saja, aku mohon. Ini demi temanku” Nara memohon sambil memasang puppy eyesnya.

“Hmm.. Memangnya ada perlu apa?” Donghae dan Eunhyuk menghampiri Leeteuk dan Nara.

“Ini tentang sahabatku oppa, aku mohon sebentar saja. Otte?”

“Baiklah, gwenchana. Kami masih punya banyak waktu sebelum sukira, ikut kami masuk kedalam saja, kita berbicara di Lobby” Leeteuk pun mempersilahkan Nara masuk.

 

—————————————————————————————————————————

 

“Hmm jadi begitu ceritanya, baiklah. Kami bisa membantumu, nanti ketika kami konser di Incheon, aku akan meminta pada manager kami agar temanmu bisa ke backstage bertemu kami semua. Bagaimana?” Kata Leeteuk

“Mwo? Jeongmal? Gomawo oppa, aku sangat berterimakasih pada kalian semua. Pasti temanku akan senang sekali” Nara tersenyum simpul.

“Ne, cheon. Sampaikan salam kami pada Hyorin ya” Donghae, Eunhyuk, Leeteuk tersenyum.

“Ne oppa. Oppadeul, aku harus pulang sekarang, sampai bertemu di Show Incheon ya. Annyeong~” Nara membungkukan badannya, kemudian melambaikan tangannya pada mereka sambil terus tersenyum.

 

13 April 2012

 “Annyeong Hyorin~!” Nara melambaikan tangannya pada Hyorin yang masih tergolek lemah di ranjang rumah sakit, bahkan wajahnya tampak makin pucat dari yang sebelumnya.

“Ne, Annyeong” Hyorin balas menyapa, suaranya parau.

“Bagaimana kemarin? Lancar?” Tanya Hyorin dengan senyum penuh harap.

“Ne! Sukses!” Nara tersenyum lebar, Begitu juga dengan Hyorin.

“Nara-ya.. Menurutmu, apa aku akan sempat melihat mereka?” Hyorin menatap langit-langit ruangan bercat putih itu.

“Pasti sempat, tenang saja”

“Tapi, aku tidak yakin Nara-ya. Aku rasa waktuku akan sedikit lagi”

 “Andwae! Jangan katakan itu, kau harus yakin Hyorin-a. Kau harus yakin bisa sembuh, bertahan, melihat Suju, dan menjaga kedua orangtuamu!” Nara menggenggam tangan Hyorin.

Hyorin Pov

Kondisiku makin hari semakin memburuk saja, aku hanya bisa berserah dan berdoa pada Tuhan sekarang. Aku mohon, agar aku bisa melihat idolaku di hari terakhirku nanti. Kuambil bukuku, dan kemudian menulis sebuah puisi.

 

My Star

There’s a Star

A very Big Star

This Big Star is divided by 15 stars

They’re very Bright

They’re very Kind and Good

They’re Very Inspiring me

They’re always make me happy

Deep inside in my heart

I Love Them

Saranghae,

Super Junior

 

“Haahh, dua hari lagi konser Suju. Aku harus kuat! Fighting!” Aku menyemangati diriku sendiri kemudian menutup bukuku. “Mungkin ini puisi terakhir yang kubuat untuk kalian oppadeul” Lanjut Hyorin.

 

14 April 2012

“Eomma, Appa.. Besok aku ingin menonton Super Junior. Aku mohon kalian memperbolehkanku, sekali ini saja. Nara sudah memesankan tiket VVIP untukku” Aku meminta izin pada Eomma dan Appa.

“Tapi kondisimu sedang buruk chagi” Kata Eomma

“Gwenchana, aku tidak apa. Aku mohon”

“Benar kau tidak apa-apa? Appa dan Eomma khawatir” Sambung Tuan Kim.

“Ne, percaya padaku, aku baik-baik saja”

“Baiklah kalau begitu chagi. Kau boleh ke konser mereka, asal kami juga ikut. Otte?” Kata eomma.

“Ne, tapi bagaimana dengan tiket untuk Eomma dan Appa?”

“Tenang saja, Appa punya kenalan yang menjual tiket show seperti itu” Ujar appa seraya tersenyum.

‘Akhirnya, impianku terkabulkan. Terimakasih Tuhan’ Kataku dalam hati.

 

15 April 2012 (Author PoV)

“Annyeong, selamat siang Hyorin, ahjumma, ahjussi” Nara datang ke kamar pasien Hyorin, kemudian membungkukan badannya.

“Sudah siap untuk hari ini?” Nara bertanya pada Hyorin sambil menunjukkan gummy smilenya.

“Ne! Aku sudah siap, aku sangat tidak sabar bertemu mereka. Lihat, aku, Eomma, dan Appa memakai baju biru safir khas ELF” Ujar Hyorin semangat.

“Ne.. Aku juga” Nara pun tersenyum.

“Baiklah, semuanya sudah siap. Mari kita berangkat kesana” Sahut Appa Hyorin. Mereka pun berangkat bersama ke gedung show Super Junior.

 

======================================================================

 

Sesampainya disana, Hyorin yang duduk dikursi roda dan tangan masih di infus dibantu oleh Nara untuk mendorongkan kursinya. Mereka berempat terlihat senang, terutama Hyorin, senyumnya tak lepas sedari tadi, dia sangat bahagia, impiannya terjadi. Mereka pun segera duduk di tempat VVIP.

Jam 2 siang, konser pun dimulai. Para ELFs beramai-ramai masuk ke gedung kemudian duduk dan berdiri dengan teratur. Super Junior membuka acara dengan perkenalan diri, kemudian membawakan lagu-lagu hits mereka, dilanjutkan dengan performance solo tiap member, SJ H, SJ M. Para ELFs menyanyikan fanchants dengan kompak.

Tiba di akhir acara, Super Junior menutup dengan lagu Marry U, lagu kesukaan Hyorin. Para ELFs, juga Hyorin dan Nara, mengangkat lightstick blue sapphire dan bernyanyi bersama.

 

Hyorin PoV

 

‘Ini, lagu kesukaanku, aku sangat bahagia sekali hari ini. Bertemu dengan oppadeul’ ucapku dalam hati.

‘Tes Tes’

Setetes demi setetes air bening turun dari mataku dan membasahi pipiku, aku menangis bahagia untuk hari ini. Akhirnya permintaan terakhirku bisa terjadi. Ketika lagu Marry U selesai oppadeul nyanyikan, pandanganku kabur dan berputar-putar, pendengaranku juga perlahan semakin menghilang, aku sangat pusing, tiba-tiba semuanya putih.

 

Author PoV

 

Bunyi ambulance terdengar nyaring diluar gedung, Eomma dan Appa Hyorin segera membopoh tubuh Hyorin dibantu tenaga medis untuk ke mobil ambulance, sementara Nara menyusul.

“Oppadeul.. Oppadeul~”Nara berlari di koridor gedung menuju backstage Suju.

“Ne? Mwo? Kau Kwon Nara yang waktu itu kan? Dimana temanmu itu?” Eunhyuk menghampiri Nara yang sedang mengatur nafasnya.

“Hyorin tadi pingsan setelah menonton kalian, sekarang sedang diperjalanan ke rumah sakit. Oppadeul, kumohon ikut denganku menemui Hyorin, ini permintaannya”

“Jadi Hyorin pingsan? Ah, arraso. Baiklah, ayo kita kesana” Kata Leeteuk. Leeteuk cs pun segera menuju rumah sakit bersama Nara.

 

======================================================================

 

“Dokter Lee, tolong sembuhkan anak kami. Saya mohon” ujar Nyonya Kim berurai airmata.

“Ne, aku akan berusaha semaksimal mungkin. Sekarang kalian berdoa saja, semoga kanker stadium akhir Hyorin masih dapat ditolong. Semoga Tuhan masih memberi kesempatan” Dokter Lee pun masuk kedalam ruang operasi.

 

Hyorin PoV

 

“mm mmm” Aku membuka mataku perlahan, bau obat-obatan khas rumah sakit menyeruak di hidungku, kulihat infus, selang oksigen, alat pendeteksi denyut jantung sudah terpasang ditubuhku, kuhilat Dokter Lee dan beberapa perawat sedang menyiapkan alat-alat operasi.

“Dokter Lee” Kataku dengan suara parau.

“Ne? Hyorin? Kau sudah sadar? Jangan banyak bergerak, sebentar lagi kau akan dioperasi”

“Anio, tidak usah. Aku tidak perlu dioperasi lagi, tolong panggilkan eomma dan appaku dok”

“Hyorin-a? Chagi, wae?” Tanya Eomma.

“Eomma, Appa. Mian, kalau selama ini aku merepotkan kalian terus, aku ingin eomma dan appa menjaga diri dan kesehatan baik-baik ya, jangan sampai sakit. Juga untuk Jung ahjumma, dia sudah tua, jangan memberikan dia pekerjaan yang berat” Kataku sambil tersenyum dan menggenggam tangan eomma dan appa, tangan hangat yang sudah selama 19 tahun menjaga dan merawatku dengan baik.

 

“Hyorin-a~~!” Suara teriakkan cempreng khas Nara menyeruak masuk ruangan ini.

“Nara? Oppa….? Oppadeul??” Aku menoleh kearah Nara, dan… Oppadeul Super Junior yang datang kesini. Aku sangat terkejut, Benarkah? Ini bukan mimpi?!.

“Ne~. Kami Super Junior, idolamu”Leeteuk dan member lain tersenyum.

“Kami dengar kau suka padaku dan Leeteuk hyung, bukan begitu? Sekarang kami semua datang untukmu” Eunhyuk dan Leeteuk menghampiriku dan menggenggam tanganku yang di infus ini.

” Ne, aku sayang kalian, sayang kalian semua. Terimakasih oppadeul karena meluangkan waktu untukku, aku sangat berterimakasih. Akhirnya penantianku selama 3 tahun agar bertemu kalian tidak sia-sia”

“Oppadeul, aku ingin memberi kalian buku kesayanganku, mian kalau aku hanya bisa memberi kalian ini, tetapi buku ini semua berisi isi hatiku yang sangat tulus menjadi ELF. Dan mungkin, ini adalah hadiah terakhirku untuk kalian, hadiah terakhir selama aku menjadi ELF, tetapi aku akan terus menjadi ELF dan takkan melupakan kalian selamanya” Lanjutku dengan suara parau dibalik masker oksigen ini, tubuhku semakin melemah, nafasku pun tidak beraturan. Akupun menyerahkan buku bersampul biru safirku kepada Leeteuk oppa.

 

Dengan segenap sisa kekuatanku, aku melanjutkan kalimatku

“Appa, Eomma, jaga diri kalian baik-baik, terimakasih telah menjadi orangtua yang hangat dan baik untukku. Nara, terimakasih sudah menjadi sahabat yang setia dan baik padaku, aku tidak akan melupakanmu. Dan oppadeul, terimakasih sudah menyemangatiku selama 3 tahun ini, teruslah akur dan menginspirasi banyak orang. Sekarang permintaan terakhirku sudah terwujud semuanya, dan aku bisa tenang sekarang. Aku sayang kalian semua” Ucapku untuk yang terakhir kalinya.

Airmataku kembali membasahi pipiku, airmata bahagia, kemudian aku tersenyum lepas, tanpa beban. Perlahan, nafasku menghilang, dan aku menutup mataku perlahan untuk selamanya.

 

THE END

Advertisements

MY GUARDIAN ANGEL

Posted on

Author : Vanessa Echa

Genre : Life, Romance

Rating : PG 15

Cast : Cho KyuHyun, Choi Miina, Kwon Ji Won

Cameo : Cho Ah Ra

-MY GUARDIAN ANGEL-

Cho Kyuhyun, namja pintar di sekolah menengah atas ShinJi. Kyuhyun yang berasal dari kalangan bawah. Untuk biaya hidup sehari-harinya saja masih terbilang ‘pas-pasan. Namun hati nya murni, seputih kapas.

Walau miskin, Kyuhyun masih sempat-sempatnya memberikan sedikit uangnya untuk orang yang lebih membutuhkan.

Prinsip hidupnya, selalu bersyukur atas semua pemberian Tuhan.

Kyuhyun sadar ia tak boleh mengeluh dengan keadaannya yang serba pas-pas an. Karena masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dari pada Kyuhyun.

-MY GUARDIAN ANGEL-

Seperti biasanya, Kyu (panggilan akrab Kyuhyun) berjalan menyusuri keramaian kota untuk sampai ke sekolahnya. Ia mengandalkan berjalan kaki untuk pergi kesekolahnya, ketika pulang pun sama.

Kyu harus menghemat uangnya untuk menabung, di sekolah pun ia berusaha sekuat tenaga belajar dengan giat agar mendapatkan beasiswa, tujuann7a untuk menghemat pengeluaran uangnya.

Kyu tinggal berdua dengan adiknya yang masih berumur 10 tahun, Cho Ah Ra.

Sampai di sekolah, Kyu selalu tersenyum lebar kesemua warga sekolah.

Namun, banyak teman-temannya yang tak suka pada Kyu, tiap hari menjahili Kyu, namun Kyu tetap sabar dan tak ingin membalasnya dengan hal yang sama.

Kyu hanya selalu berdoa agar teman-temannya diberi pengampunan oleh Tuhan, sungguh mulia.

-MY GUARDIAN ANGEL-

“Hey tikus got! Kemari!”Teriak seorang teman-laki-laki Kyu ketika Kyu sedang berjalan di lorong sekolah.

Kyu menoleh, ia sudah terbiasa dengan panggilan ‘tikus got’ itu.

“Ne? Ada apa?” Tanya Kyu sopan.

“Kerjakan PR ku! Kalau kau tak mau..” Orang itu menarik kerah baju sekolah Kyu, lalu menoleh kearah temannya yang lain yang sudah berada di belakang Kyu seolah memberi isyarat agar menyiram air got ke tubuh Kyu.

Saat air itu hendak disiram, entah ada sesuatu yang tak terlihat seperti menahan air itu agar tak setetes pun mengenai tubuh Kyu.

Sebuah sayap terbentang lebar menutupi tubuh Kyu.

Kedua teman Kyu yang ingin mengerjai Kyu tadi terbengong-bengong dengan pemandangan didepan mereka. Mereka bingung, bagaimana mungkin air melawan hukum alam dengan tak mengenai tubuh Kyu? Seolah-olah Kyu mempunyai payung pelindung yang tak terlihat oleh mata.

Seketika, kedua teman Kyu lari secepat mungkin dari tempat itu karena merasa ada hal aneh, dan membiarkan Kyu sendirian disana.

-MY GUARDIAN ANGEL-

“Syukurlah aku datang tepat pada waktunya. Sehingga kau tak terkena air kotor itu” Suara lembut pun terdengar.

Kyu yang terduduk dilantai pun menoleh kebelakang.

Sesosok asing dengan sayap putih bersinar terbentang lebar sedang tersenyum kearah Kyu.

‘Wow!’ Kyu terperangah melihat sosok dihadapannya.

“Siapa kau?” Tanya Kyu

“Malaikat” Jawab sosok asing itu

“Ooohhh.. Kau kah yang menolong ku tadi?” Kyu kembali bertanya dengan wajah polosnya, seakan tak ada reaksi takut pada sosok asing didepannya.

“Ya.. Dan hanya kau yang dapat melihatku. Temanmu tadi tak akan bisa melihatku” Malaikat itu kembali memasang senyum indahnya.

Rambutnya berwarna hitam pekat panjang tergerai dengan indahnya,

Matanya yang jernih berwarna bulat hitam,

Kulitnya yang halus dan bersih seputih susu,

Bibirnya yang berwarna kemerahan berwarna cherry.

Kyu takjub dengan sosok malaikat wanita indah didepannya.

“Terimakasih malaikat. Siapa namamu malaikat cantik?”

“…”

“Ah.. Apa jangan-jangan Tuhan lupa memberimu nama ya? Hehe” Kyu sedikit bercanda

“…”Malaikat itu tetap diam

“Ah.. Baiklah, mulai saat ini kau kuberi nama Miina, yang berarti cantik. Sesuai wujudmu yang cantik” Kyu tersenyum simpul kearah Miina.

“Perkenalkan, namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Panggil saja Kyu, Ok?” Kyu menjulurkan tangannya.

Miina membalas uluran tangan Kyu dan ikut tersenyum.

“Okay baiklah. Aku harus ke kelas dulu. Sampai jumpa lagi malaikat” Kyu bangun dari duduknya dan berlari kecil sambil melambaikan tangannya kearah Miina.

Sang malaikat terdiam menatap punggung Kyu yang lama-kelamaan menghilang.

Miina pun terbang mengikuti Kyu, lebih tepatnya menjalani tugas dari Tuannya untuk melindungi Kyu.

-MY GUARDIAN ANGEL-

“Hey lihat! Tikus Got sudah sampai dikelas!” Seorang siswa berteriak ketika Kyu masuk kedalam kelas.

“Wah.. Anak kampung itu lagi”Seorang yang lain ikut berteriak sambil menatap sinis kearah Kyu.

“Dasar anak miskin! Hahahaha!!!” Satu kelas menyoraki Kyu dan tertawa keras, seolah mereka sangat menikmati itu.

Kyu menarik nafas pelan ketika duduk dibangkunya, lalu mengelus dadanya pelan.

‘Sabar Kyu. Hilangkan emosimu. Biarkan saja mereka. Lebih baik kau berdoa agar Tuhan mengampuni mereka’ kata Kyu dalam hatinya, setidaknya kata-kata itulah yang selalu membuat diri Kyu tenang ketika diejek teman-temannya.

Dari atas, Miina menatap Kyu. Miina tahu apa isi hati Kyu, karena Miina malaikat.

“Ternyata hati manusia pada zaman ini sangat buruk sekali. Pasti Tuanku sangat sedih melihat ini semua. Untunglah masih ada manusia berhati bersih seperti Kyu” Miina tersenyum sambil menatap Kyu dari kejauhan.

-MY GUARDIAN ANGEL-

Sekolah sudah selesai, Kyu pun bergegas menuju restoran kecil didekat rumahnya. Kyu bekerja paruh waktu disana, setidaknya dengan begitu, bisa menambah uang Kyu walau gajinya disana tak seberapa.

Kyu bekerja dengan sangat giat tiap harinya. Dengan sabar ia mencucui semua peralatan masak dapur,mengantar pesanan ke meja-meja, mengelap air yang tumpah, dan menanggapi pelanggan yang tak sopan dengan sabar.

“Hey Kyu! Aku dan teman-teman pesan 6 porsi bibimbap, 6 kimchi, 6 jajangmyeon, 6 teh jasmine hangat”Kata Kwon Jiwon, teman sekolah Kyu yang biasa menjahili Kyu.

Jiwon tersenyum licik kearah teman-temannya yang lain, kelihatan mereka sedang merencanakan sesuatu.

Kyu terlihat kewalahan membawa pesanan jiwon, karena terlalu banyak.

Ketika Kyu membawa teh, dengan sengaja jiwon menyelengkat kaki Kyu. Alhasil, teh itu terjatuh dan gelas-gelasnya pun pecah.

Jiwon dan teman-temannya memarahi Kyu meminta pertanggungjawaban Kyu, karena pekerjaannya yang tak becus.

Pemilik restoran pun keluar dari dapur, dan melihat itu. Dia meminta maaf pada Jiwon atas kelakuan Kyu. Akibatnya Kyu disuruh membersihkan seluruh Restoran sendirian sampai bersih dalam waktu semalam. Kyu juga disuruh mengganti gelas yang pecah.

Kyu hanya bisa mengiyakan dan tabah saja.

Setelah toko tutup. pemilik restoran pulang dan hanya Kyu yang masih tetap di Restoran.

Ia masih harus membersihkan seluruh Restoran sementara, Kyu masih mempunyai banyak PR.

Miina terbang meluncur dengan gerakkan halus, ia melihat Kyu sedang kesusahan.

“Sudahlah.. Kau kerjakan saja PR mu. Akan kuselesaikan semua ini kurang dari 2 menit”Kata Miina, “Mwo? gwenchana. Biar aku saja”Kyu menolak halus.

“Ani.. AKu bisa lebih cepat menyelesaikannya” Miina tersenyum mantap.

“Ta…” Sebelum Kyu melanjutkan kalimatnya, seberkas cahaya terang menyilaukan mata mengelilingi ruangan restoran dengan gerakkan cepat.

Kyu hanya bisa menutup kedua matanya karena cahaya yang terlalu silau.

Sesaat, sinar itu menghilang dan Kyu pun membuka matanya, “MWO??” Kyu ternganga melihat ruangan restoran yang sudah bersih mengilap tanpa kotor sedikitpun.

“Benarkan? aku bisa membersihkannya kurang dari dua menit?” Miina terlihat mengatur nafasnya, karena sebenarnya tadi ia mengeluarkan tenaga ajaibnya untuk membersihkan ruang itu.

“Ne! Kau hebat Miina! Aku berhutang budi padamu! Gomawo Miina-ah” Kyu tersenyum riang dan kemudian memeluk Miina.

Miina hanya terkesiap dan diam ketika Kyu memeluknya.

Jika Miina mempunyai jantung, mungkin jantungnya sudah berdetak 100 kali lebih cepat pada saat itu. Kyu melepas pelukannya dan kembali tersenyum “Gomawo Miina-ah. Akhirnya aku bisa mempunyai banyak waktu untuk mengerjakan PR” Kata Kyu.

“Eh? Ne.. Itu sudah tugasku. Oh ya, satu lagi” Miina pun menggerakkan tangannya dan seketika, sejumlah uang pun berada di genggamannya.

“Ini untuk mengganti gelas-gelas tadi. Aku tahu, temanmu tadi sengaja menyelengkatmu agar kau dapat hukuman”

“Ah.. Itu tidak apa-apa Miina. Tak usah. Aku kan sudah banyak membuatmu repot”

“Terima saja Kyu. Ini memang sudah tugasku”

Akhirnya Kyu menerima uang itu dan tersenyum lagi, dan berkata “Gomawo Miina”.

-MY GUARDIAN ANGEL-

1 bulan kemudian (Hari Kelulusan)

===========================================================

“Yeah! Aku lulus! Terimakasih Tuhan!” Kyu tersenyum senang sambil menggendong adiknya, Cho Ahra.

Akhirnya dengan ketabahan, kejujuran, dan semangatnya selama ini membuahkan hasil yang memuaskan.

sementara itu……..

“Ah.. Sial! Aku tidak lulus!”Seseorang menendang tembok kelas dengan keras.

“Hey.. Jiwon? Kau.. Kau tidak lulus?”Tanya Kyu pelan.

“Huh? Ya.. Dan kau senang kan? Jadi tidak akan ada lagi yang mengganggumu?”Jiwon berteriak.

“Ani.. Sabarlah Jiwon. Selama ini, aku sama sekali tak ada dendam padamu dan teman-teman yang lain saat kalian mengerjaiku. Justru karena itu, aku bisa menjadi kuat dan tegar. Dan aku hanya ingin memberikan semangat padamu. Janganlah putus asa Jiwon, karena semuanya akan tepat pada waktunya. Berjuanglah! Jangan takut akan pengulangan. Justru pengulanganlah yang akan memberikan pelajaran hidup padamu. Berjuanglah sekuat tenagamu untuk mencapai sesuatu. Utamakan kesabaran dan kejujuran dalam segala hal. Aku yakin kau bisa dan kuat menjalani ini” Kyu berkata dengan bijaksana kemudian tersenyum.

Jiwon terperangah tak percaya, dia terharu. Tak terasa air matanya turun.

“terimakasih Kyu. Terimakasih atas semuanya. Maafkan aku dan teman-teman yang telah salah sangka padamu. maafkan semua kesalahan kami padamu Kyu”

“Ne.. Lupakan saja. Dari dulu aku sudah memaafkan kalian. Sekarang adalah sekarang. Jadi.. Berjuanglah!” Kyu tersenyum lebar, Jiwon membalas senyuman Kyu.

-MY GUARDIAN ANGEL-

Kyu berlari sangat cepat menaiki anak tangga sekolahnya. Kyu berlari cepat agar sampai ke lantai paling atas sekolahnya. Ternyata Miina akan kembali ke Tempat Asalnya.

Kyu berlari sekencang mungkin agar tak terlambat sampai diatas. Tak terasa airmatanya jatuh.

Akhirnya, Kyu sampai di lantai paling atas. Kyu melihat Miina sedang membentangkan tangannya, bersiap naik ke Tempat asalnya.

“T.. T.. Tunggu!! Miina!!!”Kyu berteriak sambil memegangi dadanya karena kelelahan berlari terlalu cepat.

“Miina! Tunggu! Jangan pergi! Masih ada satu hal yang belum kusampaikan!! Jadi kau jangan pergi!” Kyu berteriak, Miina pun berbalik.

“Apa itu? Tugasku sudah selesai Kyu. Aku hanya di tugaskan menjagamu sampai kau lulus sekolah, dan sekarang tugasku sudah selesai. Aku harus kembali, Tuanku sudah menunggu”Miina berkata sambil menundukkan kepalanya. Tiba-tiba, cahaya terang menerangi Miina.

“Andwae!!”Kyu berlari, menarik tangan Miina.

Kaki Miina perlahan terangkat ke udara. Sayapnya terkembang lebar. Kyu memegang tangan Miina erat, dan memeluk Miina. Akhirnya Kyu ikut terangkat.

“Jangan pergi Miina! Jangan tinggalkan aku! Karena aku.. aku.. aku mencintaimu!! Jadi jangan pergi!”, “Ya Tuhan. Aku mohon izinkan Miina menjadi manusia dan hidup bahagia bersamaku selamanya. Aku berjanji akan menjaganya dengan baik seumur hidupku”Kyu berteriak memohon kepada Tuhan.

5 menit kemudian cahaya terang itu redup, dan disusul hujan deras.

Tubuh miina dan kyu perlahan-lahan kembali ke daratan. Tubuh Miina lemas, Kyu menaruh tangan Miina di dada Kyu. Perlahan-lahan sayap indah Miina menghilang, Segumpal cahaya putih keluar dari tubuh Miina, itu adalah kekuatan ajaib Miina.

Kyu menangis sejadinya… Perlahan Miina membuka kedua bola mata indahnya itu dan tersenyum. Kyu pun tersenyum dan membantu Miina duduk. Kyu memeluk Miina.

“Miina. Kau hidup kembali! Aku sangat bahagia. aku mencintaimu Miina. Izinkan aku menjadi guardian angelmu selamanya”

“Ne.. Nado saranghae Cho kyuhyun. Sekarang Tuhan sudah mengizinkanku menjadi manusia dan hidup bersamamu. Seorang archangel surga kini telah menjadi manusia. Jagalah cinta ini selamanya Kyu. Jangan buatku menyesal nantinya”Miina membalas pelukkan Kyu.

Kyu melepas pelukkannya dan mengangguk mantap. Kyu kemudian mearik halus dagu Miina dan mendekatkan wajahnya ke wajah Miina……

Dan……… sebuah kecupan manis dari Kyu mendarat dibibir Miina.

FIN

Annyeoonng!!!!