RSS Feed

Tag Archives: kim jae joong

Killer J Part 4

Posted on

Author : Vanessa Echa

Cast : Kim Jaejoong, Lee Taemin

Support Cast : Choi Hye mi, and 1 cast(find in this part)

RATING : PG 15

GENRE : THRILLER, DARK, ON GOING

Annyeong~.

Ini Adalah sambungan dari FF killer J ku ya.

Smoga blom pada lupa sm critanya xD. Mian lama banget baru ngupdate (_ _)

Before

============================================================

Jaejoong melangkah dan duduk keatas kursi bar, dan memesan minuman.

“Whiskey satu sloki” Katanya ke bartender laki-laki yang masih kelihatan muda.

Tak lama, sang bartender menyerahkan pesanan jaejoong.

Ternyata, dari kejauhan Storm mengikuti Jaejoong.

“Tuan. Sudah cukup. Anda sudah mabuk”Kata bartender itu

“hah? apa katamu? Aku benci kau lee taemin!!”Jaejoong berkata melantur dengan keras.

“Mian.. Mianhae. Dia temanku.. Maaf, dia sedang stress akhir-akhir ini. AKu akan membawanya pulang. Ini uangnya. Gomawo”Storm pun muncul, dan menyerahkan sejumlah uang ke bartender itu dan membawa jaejoong keluar bar.

“siapa kau hah?? Aku benci kau lee taemin!!” Jaejoong meracau tak jelas di mobil nya. Storm membawa jaejoong pulang dengan mobil jaejoong. Tentunya, Storm yang menyetir.

Storm hanya bisa diam sambil sesekali melihat ke arah jaejoong. Matanya sayu, sangat menyedihkan.

“Kasihan sekali dia. Tapi.. Aku harus membunuhnya” Storm berbicara kecil.

============================================================

Storm memarkirkan mobil Jaejoong di garasi. Storm turun, kemudian membopoh tubuh Jaejoong kekamar Jaejoong.

“Ugh.. Akhirnya sampai”Storm merebahkan badan Jaejoong ke tempat tidur. Storm mengganti pakaian Jaejoong, dan menyelimuti Jaejoong dengan selimut.

Tak terasa sudah larut malam, Storm pun akhirnya tertidur di sofa yang ada di sisi ujung kamar Jaejoong.

============================================================

Jaejoong PoV

Sinar matahari yang berasal dari celah-celah jendela kamarku mengusik tidur lelapku.

Kubuka mataku perlahan-lahan dan mengusapnya. Lama-kelamaan pandanganku makin jelas, dan kulihat sesosok wanita sedang tertidur di sofa kamarku.

Hey! Siapa dia?? Kuingat-ingat kembali kejadian semalam. Apa mungkin dia gadis yang kemarin di bar itu ya? Mau apa dia disini? Apakah dia yang mengantarku pulang?. Dibenakku kini sudah muncul banyak pertanyaan.

Pakaianku juga sudah berganti. Apa gadis ini yang menggantinya juga?.

Akhirnya aku bangun dari tempat tidurku, kepalaku masih sedikit terasa pusing dan berat. Aku berjalan mendekati gadis asing ini. Kutatap dari atas sampai bawah.

Dari pakaiannya, sepertinya dia orang misterius. Dia memakai topi fedora hitam, kaus coklat dipadukan dengan blazer hitam dan celana jeans biru ketat. Namun dilihat dari wajahnya, kuakui dia cantik.

‘drrtt ddrrtt’

Terdengar olehku suara getaran HP disaku jas perempuan aneh ini, aku pun mencoba mengambil handphone nya.

Sebuah flash animasi muncul ketika aku membuka flap HP ini

‘Annyeong Choi HyeMi :D’

Jadi namanya Choi Hye Mi?.

‘One New Message’

‘KLIK!’

‘From: Boss

HyeMi-ah, bagaimana? Apa kau sudah membunuh anak laki-laki itu? Lenyapkan Jaejoong segera, berhati-hatilah, aku tak mau sampai ada bukti sekecil apapun! Arraso?’

DEG!

Oh My… Jadi.. Gadis ini pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuhku?Sial! Siapa dia?.

Aku menuju ke dapur, mengambil sebuah benda tajam disana, berjaga-jaga jika orang di hadapanku ini bertindak macam-macam terhadapku.

“Hei.. Hei.. Get up!” Aku menyentuh kaki gadis ini dengan kakiku dengan hati-hati.

“Umm..”Gadis itu menggeliat sebentar kemudian mengusap-usap matanya yang masih belum benar-benar bangun.

“Mwo? Jaejoong? Kau sudah bangun?” Katanya

“Ya. Dan kau! Siapa kau? Pembunuh bayaran? Cih”

“Mmm.. Mwo? Dari mana kau tahu?” Mata gadis itu terbelalak, aku mulai menunjukkan ujung pisau yang ku ambil tadi kearah HyeMi, gadis itu.

“Tidak peduli darimana aku tahu! Sekarang katakan siapa Boss mu itu hah?! Kau mau macam-macam denganku?” Jaejoong mulai menyunggingkan evil smirknya (author pingsan #plak)

Hye Mi PoV

Oh tidak, dia sudah mengetahuinya, bagaimana ini?

Ku tatap setiap gesture tubuh Jaejoong yang mulai mendekat dengan pisau ditangannya, aku mengerti bahasa tubuhnya, ia ragu untuk membunuhku.

Sorot matanya menunjukkan kebencian, tapi juga kerapuhan dan sakit yang amat dalam.

“Stop! Jangan lakukan hal gila!” Aku pun berdiri kemudian menangkap tangan Jaejoong dan menarik tangannya nya kebelakang kemudian langsung mengambil pisau itu. Good job Hye Mi, ini posisi aman.

“Jangan lakukan hal bodoh Kim Jaejoong, aku lebih pintar darimu asal kau tahu” Aku tersenyum sinis

“Katakan sebenarnya apa yang kau mau hah?” Jaejoong mencoba melepaskan tubuhnya.

“Something secret” Aku mengeratkan kembali tarikan tangannya, mengunci tubuhnya agar tidak bisa bergerak.

“Lepaskan aku, jangan macam-macam!””

“Sayang sekali, aku tidak bisa dengan mudah melepaskanmu, ini sudah tugasku”Aku mengambil lakban di kantung jaketku dan langsung melilitkannya di tangan Jaejoong.

“Hey, lepaskan!! Lepas!!! Tolong!!”

“Percuma saja kau berteriak-teriak tidak akan ada yang menolongmu, lingkungan disini sepi”

“Sh*t!” Jaejoong menendang kakiku, “awwhh kau sudah coba-coba bermain denganku hah? Kalau itu maumu, it’s okay” aku mengambil revolver di kantung kanan celana jeansku, menggenggam erat pistol itu dan mengarahkannya kearah Jaejoong, he’s want play with Choi Hye Mi , huh.

Jaejoong PoV

Aku terkesiap, wanita ini mengarahkan revolver kearah tubuhku, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?.

“Masih ingin melawan tuan Kim Jaejoong?” Dia menunjukkan smirknya

Aku terdiam, jari-jarinya mulai menyentuh pelatuk revolver.

“Sepertinya aku hanya bisa berharap pada keajaiban, tapi mungkin mati adalah jalan terbaik, toh hidupku sudah tidak berguna lagi sekarang, hidupku berantakan, orangtuaku sudah meninggal dan yang lebih parahnya adikku sendiri yang membunuh mereka, jadi, jika kau ingin membunuhku, bunuh saja aku, aku tidak dibutuhkan didunia, mungkin mati bisa membuatku lebih baik, bisa bertemu dengan kedua orangtuaku yang sangat kucintai. Jadi jika Boss mu itu mengharapkan aku mati, bunuh saja aku, ayo bunuh saja. Mungkin memang sudah takdirku mati ditangan seorang pembunuh bayaran” ucapku lirih.

Aku menunduk, mengamati lantai dingin yang sedang aku duduki sekarang, butir-butir air bening perlahan jatuh dari mataku, aku tidak sanggup menahan ini semua, hidupku hancur.

‘Bruk’ Terdengar suara benda terjatuh, aku menatap kearah suara itu, revolver itu jatuh, dia tidak membunuhku?.

“Wae? Kenapa kau tidak membunuhku? Itu tujuanmu kan? Dibayar untuk membunuhku, ayo bunuh saja aku! Apa lagi yang kau tunggu?!” Ucapku dingin.

Dia diam, aku menatapnya, dia menunduk, kemudian terjatuh kelantai dan menutup wajahnya dengan tangannya.

“Mmm… Mi.. Mian”Katanya dengan suara terisak.

“Kenapa kau minta maaf?”

“A… Aku merasa bersalah, seharusnya aku tidak mengambil pekerjaan ini, maafkan aku, aku tidak tahu beban hidupmu seberat ini, kisahmu hampir sama sepertiku, orangtuaku dibunuh seseorang yang tak kuketahui, aku sangat terpuruk waktu itu, Bossku menemukanku ketika aku ingin bunuh diri, dia menawarkanku pekerjaan ini, sampai akhirnya aku memilih pekerjaan berdosa ini. Mian, mianhe”Dia, Hyemi, semakin terisak, setetes air bening perlahan jatuh ke lantai, dia menangis?.

“Hey, jadi ini sifatmu sebenarnya? Pembunuh bayaran yang terlihat kuat diluar, tetapi lemah didalam? Hahahaha, apa Bossmu tak salah mempekerjakan kau?””Kataku menghina.

“Kau boleh saja menghinaku sepuasnya, bagaimanapun aku masih manusia yang punya hati dan perasaan. Mungkin aku memang terlalu kejam sudah membunuh orang-orang, tapi, ketika mendapat tugas untuk membunuhmu, apa aku langsung membunuhmu? Tidak! Ketika melihatmu, aku merasa kau itu sangat rapuh, dan kesepian, terlebih ketika mendengar kisah hidupmu yang sama sepertiku. Otak dan hatiku berbeda, mungkin otakku berkata agar membunuhmu untuk mendapatkan uang banyak, tapi hatiku mengatakan sebaliknya.” Katanya lirih, perlahan ia mengusap airmatanya dengan punggung tangannya, kemudian menatapku.

Aku kembali terdiam, bertanya-tanya dalam hati dan fikiranku,

Apa aku masih bisa beruntung didunia ini?

Apa aku masih punya harapan dan alasan untuk hidup?

Aku baru saja terselamatkan dari pembunuhan, apakah Tuhan masih melindungiku?.

Lama aku berfikir, aku pun kembali tersadar, “Umm.. Sudahlah, bisakah kau melepaskan ikatan ini?”Tanyaku.

“Oooh. Tentu saja, aku akan melepaskannya”Katanya kemudian beranjak kearahku dan melepaskan lakban ini.

Hyemi PoV

“Sudah kulepaskan”Kataku.

“Gomawo”

“Ne”

“Umm.. Hyemi, terimakasih, terimakasih untuk semuanya”Jaejoong berkata kembali.

Setelah mendengar ucapannya, aku berjalan memunggunginya, dengan tatapan kosong.

Bagaimana nasibku selanjutnya? Mungkin riwayatku akan tamat ditangan Lee Donghae karena gagal membunuh Jaejoong tapi, tidak apa-apa, nyawanya lebih berharga ketimbang diriku yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi, dia masih mempunya adik, adiknya yang sebenarnya tidak bersalah dalam kasus pembunuhan kedua orangtua mereka. Ya, dia Lee Taemin.

“Hyemi?”

“Ya?” Aku membalikkan tubuhku kearahnya.

“Kau bisa tinggal disini sementara”Katanya, kulihat bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.

“Oh.. Ne… Gomawo”.

Normal PoV

‘klik’ ‘klik’ Jaejoong memencet tombol channel TV berkali-kali sambil menatap layar TV dengan tatapan kosong, seakan tak ada acara yang menarik baginya.

“Arrgghh”Jaejoong meringis kecil, kepalanya pusing, sekelebat bayangan Taemin dan kejadian terbunuhnya kedua orangtuanya muncul difikirannya, seperti sebuah potongan-potongan film yang terus berputar tanpa henti.

Ia bergumam kecil,

“Aku ingin membunuhnya, Lee Taemin, aku ingin membunuhmu”Jaejoong meremas remote TV, dan kemudian membantingnya.

‘BRAK!’ Remote TV terbanting cukup kencang sehingga menimbulkan bunyi yang keras.

“Ada apa?” Hyemi keluar dari kamarnya dan menghampiri Jaejoong.

“AKU BENCI LEE TAEMIN!!” Jaejoong berdiri dari duduknya, menatap Hyemi dengan tatapan amarah yang sangat mendalam, dia masih belum bisa terima orangtuanya meninggal.

“Hey hey, calm down Jaejoong, masalah tidak akan bisa selesai kalau dengan amarah. Tenangkan dirimu, aku tahu kau belum bisa terima tentang kematian orangtuamu, tapi jangan sampai terpuruk begini, kau masih punya kehidupan”Kata Hyemi menenangkan Jaejoong.

Nafas Jaejoong perlahan menenang, sorot matanya berubah sedih.

“Aku akan membiarkanmu sendiri dulu, tenangkan dirimu”Hyemi berkata kembali.

Jaejoong diam, menatap langit-langit ruang tamu dengan tatapan sedih.

Hyemi membalikkan tubuhnya, berniat kembali ke kamarnya.

“Umm. Jaejoong?” Hyemi berhenti berjalan, tetap dalam posisi memunggungi Jaejoong.

“Ne?” Balas Jaejoong lirih.

“Kau tidak seharusnya menyalahkan adikmu dalam kasus pembunuhan kedua orangtuamu itu, percayalah padaku” Hyemi melanjutkan kata-katanya, kemudian menunduk, dan berjalan kembali kekamarnya.

Jaejoong perlahan menatap punggung Hyemi yang lama-lama menghilang dibalik pintu kamarnya dengan mata terbelalak tak percaya.

‘Taemin? Tak Bersalah? Bagaimana Hyemi tau? Aku harus mecari tahu nya!’ Fikir Jaejoong dalam hati.

TBC

Summary part 5(END):

Jaejoong sudah mengetahui semuanya tentang kejadian pembunuhan orangtuanya.

Hyemi ditahan Lee Donghae.

Taemin dibebaskan dari penjara.

Hyemi akhirnya mengetahui kisah ‘terselubung’ dalam hidupnya yang selama ini tidak ia ketahui.

Ok part 4 Killer J yang kujanjikan udah selesai ditambah summary part 5 nya, FF ini akan berakhir di part 5, semoga pada suka endnya, maaf kalau author lama banget ngupdate kelanjutan FF ini karna kesibukkan author sebagai siswa kelas 9 #plak, maaf juga kalau FFnya makin lama kurang menarik dan mungkin terkesan ‘nggak nyambung’ apalagi sama judulnya, tapi aku harap kalian semua suka dan blom lupa sama ceritanya.

Hargai usahaku, please dont bash and give ur comment and nice critics+Like.

See ya in part 5!.