RSS Feed

Category Archives: Fanfiction

Killer J Part 4

Posted on

Author : Vanessa Echa

Cast : Kim Jaejoong, Lee Taemin

Support Cast : Choi Hye mi, and 1 cast(find in this part)

RATING : PG 15

GENRE : THRILLER, DARK, ON GOING

Annyeong~.

Ini Adalah sambungan dari FF killer J ku ya.

Smoga blom pada lupa sm critanya xD. Mian lama banget baru ngupdate (_ _)

Before

============================================================

Jaejoong melangkah dan duduk keatas kursi bar, dan memesan minuman.

“Whiskey satu sloki” Katanya ke bartender laki-laki yang masih kelihatan muda.

Tak lama, sang bartender menyerahkan pesanan jaejoong.

Ternyata, dari kejauhan Storm mengikuti Jaejoong.

“Tuan. Sudah cukup. Anda sudah mabuk”Kata bartender itu

“hah? apa katamu? Aku benci kau lee taemin!!”Jaejoong berkata melantur dengan keras.

“Mian.. Mianhae. Dia temanku.. Maaf, dia sedang stress akhir-akhir ini. AKu akan membawanya pulang. Ini uangnya. Gomawo”Storm pun muncul, dan menyerahkan sejumlah uang ke bartender itu dan membawa jaejoong keluar bar.

“siapa kau hah?? Aku benci kau lee taemin!!” Jaejoong meracau tak jelas di mobil nya. Storm membawa jaejoong pulang dengan mobil jaejoong. Tentunya, Storm yang menyetir.

Storm hanya bisa diam sambil sesekali melihat ke arah jaejoong. Matanya sayu, sangat menyedihkan.

“Kasihan sekali dia. Tapi.. Aku harus membunuhnya” Storm berbicara kecil.

============================================================

Storm memarkirkan mobil Jaejoong di garasi. Storm turun, kemudian membopoh tubuh Jaejoong kekamar Jaejoong.

“Ugh.. Akhirnya sampai”Storm merebahkan badan Jaejoong ke tempat tidur. Storm mengganti pakaian Jaejoong, dan menyelimuti Jaejoong dengan selimut.

Tak terasa sudah larut malam, Storm pun akhirnya tertidur di sofa yang ada di sisi ujung kamar Jaejoong.

============================================================

Jaejoong PoV

Sinar matahari yang berasal dari celah-celah jendela kamarku mengusik tidur lelapku.

Kubuka mataku perlahan-lahan dan mengusapnya. Lama-kelamaan pandanganku makin jelas, dan kulihat sesosok wanita sedang tertidur di sofa kamarku.

Hey! Siapa dia?? Kuingat-ingat kembali kejadian semalam. Apa mungkin dia gadis yang kemarin di bar itu ya? Mau apa dia disini? Apakah dia yang mengantarku pulang?. Dibenakku kini sudah muncul banyak pertanyaan.

Pakaianku juga sudah berganti. Apa gadis ini yang menggantinya juga?.

Akhirnya aku bangun dari tempat tidurku, kepalaku masih sedikit terasa pusing dan berat. Aku berjalan mendekati gadis asing ini. Kutatap dari atas sampai bawah.

Dari pakaiannya, sepertinya dia orang misterius. Dia memakai topi fedora hitam, kaus coklat dipadukan dengan blazer hitam dan celana jeans biru ketat. Namun dilihat dari wajahnya, kuakui dia cantik.

‘drrtt ddrrtt’

Terdengar olehku suara getaran HP disaku jas perempuan aneh ini, aku pun mencoba mengambil handphone nya.

Sebuah flash animasi muncul ketika aku membuka flap HP ini

‘Annyeong Choi HyeMi :D’

Jadi namanya Choi Hye Mi?.

‘One New Message’

‘KLIK!’

‘From: Boss

HyeMi-ah, bagaimana? Apa kau sudah membunuh anak laki-laki itu? Lenyapkan Jaejoong segera, berhati-hatilah, aku tak mau sampai ada bukti sekecil apapun! Arraso?’

DEG!

Oh My… Jadi.. Gadis ini pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuhku?Sial! Siapa dia?.

Aku menuju ke dapur, mengambil sebuah benda tajam disana, berjaga-jaga jika orang di hadapanku ini bertindak macam-macam terhadapku.

“Hei.. Hei.. Get up!” Aku menyentuh kaki gadis ini dengan kakiku dengan hati-hati.

“Umm..”Gadis itu menggeliat sebentar kemudian mengusap-usap matanya yang masih belum benar-benar bangun.

“Mwo? Jaejoong? Kau sudah bangun?” Katanya

“Ya. Dan kau! Siapa kau? Pembunuh bayaran? Cih”

“Mmm.. Mwo? Dari mana kau tahu?” Mata gadis itu terbelalak, aku mulai menunjukkan ujung pisau yang ku ambil tadi kearah HyeMi, gadis itu.

“Tidak peduli darimana aku tahu! Sekarang katakan siapa Boss mu itu hah?! Kau mau macam-macam denganku?” Jaejoong mulai menyunggingkan evil smirknya (author pingsan #plak)

Hye Mi PoV

Oh tidak, dia sudah mengetahuinya, bagaimana ini?

Ku tatap setiap gesture tubuh Jaejoong yang mulai mendekat dengan pisau ditangannya, aku mengerti bahasa tubuhnya, ia ragu untuk membunuhku.

Sorot matanya menunjukkan kebencian, tapi juga kerapuhan dan sakit yang amat dalam.

“Stop! Jangan lakukan hal gila!” Aku pun berdiri kemudian menangkap tangan Jaejoong dan menarik tangannya nya kebelakang kemudian langsung mengambil pisau itu. Good job Hye Mi, ini posisi aman.

“Jangan lakukan hal bodoh Kim Jaejoong, aku lebih pintar darimu asal kau tahu” Aku tersenyum sinis

“Katakan sebenarnya apa yang kau mau hah?” Jaejoong mencoba melepaskan tubuhnya.

“Something secret” Aku mengeratkan kembali tarikan tangannya, mengunci tubuhnya agar tidak bisa bergerak.

“Lepaskan aku, jangan macam-macam!””

“Sayang sekali, aku tidak bisa dengan mudah melepaskanmu, ini sudah tugasku”Aku mengambil lakban di kantung jaketku dan langsung melilitkannya di tangan Jaejoong.

“Hey, lepaskan!! Lepas!!! Tolong!!”

“Percuma saja kau berteriak-teriak tidak akan ada yang menolongmu, lingkungan disini sepi”

“Sh*t!” Jaejoong menendang kakiku, “awwhh kau sudah coba-coba bermain denganku hah? Kalau itu maumu, it’s okay” aku mengambil revolver di kantung kanan celana jeansku, menggenggam erat pistol itu dan mengarahkannya kearah Jaejoong, he’s want play with Choi Hye Mi , huh.

Jaejoong PoV

Aku terkesiap, wanita ini mengarahkan revolver kearah tubuhku, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?.

“Masih ingin melawan tuan Kim Jaejoong?” Dia menunjukkan smirknya

Aku terdiam, jari-jarinya mulai menyentuh pelatuk revolver.

“Sepertinya aku hanya bisa berharap pada keajaiban, tapi mungkin mati adalah jalan terbaik, toh hidupku sudah tidak berguna lagi sekarang, hidupku berantakan, orangtuaku sudah meninggal dan yang lebih parahnya adikku sendiri yang membunuh mereka, jadi, jika kau ingin membunuhku, bunuh saja aku, aku tidak dibutuhkan didunia, mungkin mati bisa membuatku lebih baik, bisa bertemu dengan kedua orangtuaku yang sangat kucintai. Jadi jika Boss mu itu mengharapkan aku mati, bunuh saja aku, ayo bunuh saja. Mungkin memang sudah takdirku mati ditangan seorang pembunuh bayaran” ucapku lirih.

Aku menunduk, mengamati lantai dingin yang sedang aku duduki sekarang, butir-butir air bening perlahan jatuh dari mataku, aku tidak sanggup menahan ini semua, hidupku hancur.

‘Bruk’ Terdengar suara benda terjatuh, aku menatap kearah suara itu, revolver itu jatuh, dia tidak membunuhku?.

“Wae? Kenapa kau tidak membunuhku? Itu tujuanmu kan? Dibayar untuk membunuhku, ayo bunuh saja aku! Apa lagi yang kau tunggu?!” Ucapku dingin.

Dia diam, aku menatapnya, dia menunduk, kemudian terjatuh kelantai dan menutup wajahnya dengan tangannya.

“Mmm… Mi.. Mian”Katanya dengan suara terisak.

“Kenapa kau minta maaf?”

“A… Aku merasa bersalah, seharusnya aku tidak mengambil pekerjaan ini, maafkan aku, aku tidak tahu beban hidupmu seberat ini, kisahmu hampir sama sepertiku, orangtuaku dibunuh seseorang yang tak kuketahui, aku sangat terpuruk waktu itu, Bossku menemukanku ketika aku ingin bunuh diri, dia menawarkanku pekerjaan ini, sampai akhirnya aku memilih pekerjaan berdosa ini. Mian, mianhe”Dia, Hyemi, semakin terisak, setetes air bening perlahan jatuh ke lantai, dia menangis?.

“Hey, jadi ini sifatmu sebenarnya? Pembunuh bayaran yang terlihat kuat diluar, tetapi lemah didalam? Hahahaha, apa Bossmu tak salah mempekerjakan kau?””Kataku menghina.

“Kau boleh saja menghinaku sepuasnya, bagaimanapun aku masih manusia yang punya hati dan perasaan. Mungkin aku memang terlalu kejam sudah membunuh orang-orang, tapi, ketika mendapat tugas untuk membunuhmu, apa aku langsung membunuhmu? Tidak! Ketika melihatmu, aku merasa kau itu sangat rapuh, dan kesepian, terlebih ketika mendengar kisah hidupmu yang sama sepertiku. Otak dan hatiku berbeda, mungkin otakku berkata agar membunuhmu untuk mendapatkan uang banyak, tapi hatiku mengatakan sebaliknya.” Katanya lirih, perlahan ia mengusap airmatanya dengan punggung tangannya, kemudian menatapku.

Aku kembali terdiam, bertanya-tanya dalam hati dan fikiranku,

Apa aku masih bisa beruntung didunia ini?

Apa aku masih punya harapan dan alasan untuk hidup?

Aku baru saja terselamatkan dari pembunuhan, apakah Tuhan masih melindungiku?.

Lama aku berfikir, aku pun kembali tersadar, “Umm.. Sudahlah, bisakah kau melepaskan ikatan ini?”Tanyaku.

“Oooh. Tentu saja, aku akan melepaskannya”Katanya kemudian beranjak kearahku dan melepaskan lakban ini.

Hyemi PoV

“Sudah kulepaskan”Kataku.

“Gomawo”

“Ne”

“Umm.. Hyemi, terimakasih, terimakasih untuk semuanya”Jaejoong berkata kembali.

Setelah mendengar ucapannya, aku berjalan memunggunginya, dengan tatapan kosong.

Bagaimana nasibku selanjutnya? Mungkin riwayatku akan tamat ditangan Lee Donghae karena gagal membunuh Jaejoong tapi, tidak apa-apa, nyawanya lebih berharga ketimbang diriku yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi, dia masih mempunya adik, adiknya yang sebenarnya tidak bersalah dalam kasus pembunuhan kedua orangtua mereka. Ya, dia Lee Taemin.

“Hyemi?”

“Ya?” Aku membalikkan tubuhku kearahnya.

“Kau bisa tinggal disini sementara”Katanya, kulihat bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.

“Oh.. Ne… Gomawo”.

Normal PoV

‘klik’ ‘klik’ Jaejoong memencet tombol channel TV berkali-kali sambil menatap layar TV dengan tatapan kosong, seakan tak ada acara yang menarik baginya.

“Arrgghh”Jaejoong meringis kecil, kepalanya pusing, sekelebat bayangan Taemin dan kejadian terbunuhnya kedua orangtuanya muncul difikirannya, seperti sebuah potongan-potongan film yang terus berputar tanpa henti.

Ia bergumam kecil,

“Aku ingin membunuhnya, Lee Taemin, aku ingin membunuhmu”Jaejoong meremas remote TV, dan kemudian membantingnya.

‘BRAK!’ Remote TV terbanting cukup kencang sehingga menimbulkan bunyi yang keras.

“Ada apa?” Hyemi keluar dari kamarnya dan menghampiri Jaejoong.

“AKU BENCI LEE TAEMIN!!” Jaejoong berdiri dari duduknya, menatap Hyemi dengan tatapan amarah yang sangat mendalam, dia masih belum bisa terima orangtuanya meninggal.

“Hey hey, calm down Jaejoong, masalah tidak akan bisa selesai kalau dengan amarah. Tenangkan dirimu, aku tahu kau belum bisa terima tentang kematian orangtuamu, tapi jangan sampai terpuruk begini, kau masih punya kehidupan”Kata Hyemi menenangkan Jaejoong.

Nafas Jaejoong perlahan menenang, sorot matanya berubah sedih.

“Aku akan membiarkanmu sendiri dulu, tenangkan dirimu”Hyemi berkata kembali.

Jaejoong diam, menatap langit-langit ruang tamu dengan tatapan sedih.

Hyemi membalikkan tubuhnya, berniat kembali ke kamarnya.

“Umm. Jaejoong?” Hyemi berhenti berjalan, tetap dalam posisi memunggungi Jaejoong.

“Ne?” Balas Jaejoong lirih.

“Kau tidak seharusnya menyalahkan adikmu dalam kasus pembunuhan kedua orangtuamu itu, percayalah padaku” Hyemi melanjutkan kata-katanya, kemudian menunduk, dan berjalan kembali kekamarnya.

Jaejoong perlahan menatap punggung Hyemi yang lama-lama menghilang dibalik pintu kamarnya dengan mata terbelalak tak percaya.

‘Taemin? Tak Bersalah? Bagaimana Hyemi tau? Aku harus mecari tahu nya!’ Fikir Jaejoong dalam hati.

TBC

Summary part 5(END):

Jaejoong sudah mengetahui semuanya tentang kejadian pembunuhan orangtuanya.

Hyemi ditahan Lee Donghae.

Taemin dibebaskan dari penjara.

Hyemi akhirnya mengetahui kisah ‘terselubung’ dalam hidupnya yang selama ini tidak ia ketahui.

Ok part 4 Killer J yang kujanjikan udah selesai ditambah summary part 5 nya, FF ini akan berakhir di part 5, semoga pada suka endnya, maaf kalau author lama banget ngupdate kelanjutan FF ini karna kesibukkan author sebagai siswa kelas 9 #plak, maaf juga kalau FFnya makin lama kurang menarik dan mungkin terkesan ‘nggak nyambung’ apalagi sama judulnya, tapi aku harap kalian semua suka dan blom lupa sama ceritanya.

Hargai usahaku, please dont bash and give ur comment and nice critics+Like.

See ya in part 5!.

LAST GIFT

Posted on

AUTHOR             : Lee Sung Hee/@vanessaaecha

GENRE                : Angst, Little bit comedy

RATING               : PG

CAST                   : Kim Hyorin(ELF), all Super Junior members, Tuan&Nyonya Kim, Kwon Nara, Jung                            ahjumma, Dr. Lee.

LENGTH               :  3.022 words

 

THIS FF IS MADE BY ME

TYPO MAYBE DETECTED(?), ALUR KECEPETAN Mian (_ _)

DONT BASH, DONT COPYCAT. HAPPY READING ^^

 

 

10 April 2012

 

“Nona muda, sekarang waktunya minum obat” ujar seorang wanita paruh baya yang rambutnya sudah mulai memutih dengan sebuah nampan ditangannya yang diatasnya ada segelas air dan berbagai macam obat-obatan, Jung ahjumma.

“Andwae, aku tidak mau ahjumma” sahut si nona muda itu, Kim Hyorin, yang sedang duduk di kursi roda terlihat asyik menulis di bukunya,

“Tapi, nona harus minum obat ini dengan teratur, kalau tidak…”, belum sempat ahjumma itu melanjutkan kalimatnya, Hyorin sudah mendahuluinya “Eommaku akan marah, dan penyakitku kambuh dan tambah parah, bukan begitu? Aku tidak apa-apa ahjumma, sekarang aku hanya ingin sendiri”, “Tapi aku ingin satu hal, tolong ambilkan iPod diatas ranjangku” lanjut Hyorin,

“Ah ne, arraso” kata ahjumma itu.

“Ini iPodnya nona muda”

“Ne, Gomawo. Sekarang ahjumma boleh keluar dari kamarku”.

 

Hyorin PoV

Aku mendorong kursi rodaku ke balkon kamarku untuk mencari udara segar, sudah lama aku tidak merasakan udara segar karena 2 bulan yang lalu aku masuk kerumah sakit, karena penyakitku.

“Haaahh.. Segarnya” Aku menarik nafas dalam sambil memejamkan mataku, merasakan sejuknya angin yang berhembus.

Aku memasang headset dan kemudian mendengar lagu favoritku,

 

‘Now Playing, Super Junior-Marry You’

 

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do), nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do), nuhreul jikyuhjulge (My love). Ah, aku rindu sekali lagu ini” Ujarku sambil menyanyikan lirik marry you.

Aku pun beralih mengambil buku yang sedari tadi kupegang, buku ini yang sudah menemaniku sejak 3 tahun lalu sampai sekarang. Di covernya, ada fotoku bersama barang-barang koleksi Super Junior ku, di halaman pertama sampai 15 ada profile dan foto-foto member Suju, dan halaman berikutnya ada perjalanan karier Suju, kemudian dilanjutkan dengan kumpulan puisiku. Aku memang penggemar Suju, ya, aku seorang ELF, mereka lah yang selama ini membuat hari-hariku ceria, dan bersemangat, walau dengan kondisiku yang seperti ini. Aku sudah sakit parah sejak 3 tahun yang lalu, tapi bagaimanapun aku harus bisa bertahan, setidaknya, sampai aku bisa bertemu mereka, Super Junior.

Aku mendorong kursi rodaku kedalam kamar, kemudian perlahan merebahkan tubuhku diatas ranjang king size ku,

 

‘Drrt drttt’ ‘One New Message’

 

From : Nara ♥

Hyorin-a~, aku baru saja membuka situs SJ tadi, dan kau tahu? Mereka akan konser disini tanggal 15 April! Kyaaa >.<.>

 

‘Suju akan kesini? Tapi…’ Ujarku dalam hati

 

‘To : Nara ♥

Jeongmal? Tapi, ah molla, aku mungkin tidak akan bisa kesana, kau tahu sendiri bagaimana Appa dan Eommaku yang overprotektif, ditambah dengan kondisiku ini :C’

 

‘From : Nara ♥

Jangan putus asa KIM HYORIN~! Kau harus berusaha, demi SJ! Kau pasti bisa Hyorin-a, FIGHTING~! ^o^ ㅋㅋ’

 

Aku tersenyum kecil membaca SMS terakhir Nara, sahabat dekatku sejak kecil, “Ya pasti aku bisa, aku harus berusaha demi mereka” Aku mengepalkan tanganku dengan bersemangat.

 

Another Place in SJ’s Dorm

 

“Hyung~ jadwal kita apa saja?” tanya Donghae.

“Hmm, kita ada show di Incheon tanggal 15 April, kemudian tanggal 28-29 April di Jakarta” jawab Leeteuk.

“Lalu, rencana kita apa untuk show disana nanti?” lanjut Donghae.

“Ya, seperti biasanya, kita harus mengutamakan agar ELF terhibur, senang, dan puas nanti” kata Leeteuk.

“Bagaimana kalau aku memakai kostum telur nanti? Pasti akan menarik~” timpal Kyuhyun.

“Mwo?! Avamu saja telur dari dulu, dan sekarang kau ingin memakai kostum telur saat show? Yang ada para ELFs bosan melihat telurmu itu” ujar Donghae.

“Biar saja mereka bosan dengan telurku, yang penting mereka tidak bosan melihat ketampanan dan suara merduku” kata Kyuhyun dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

“Aisshh, kau ini” Donghae dan member lain pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah Kyuhyun.

“Sebaiknya mulai sekarang aku mendesain kostum telur, pasti menarik!” tambah Kyuhyun yang kemudian menghilang ke kamarnya dan Sungmin.

 

Author PoV

 

Jung Ahjumma berjalan di lorong ruang tamu bernuansa eropa yang kental dan banyak pilar besar disana-sini, dengan sebuah nampan berisi makanan dan beberapa obat-obatan. Jung ahjumma menaikki tangga menuju lantai atas, ke kamar Hyorin.

Sampai didepan pintu besar bercat putih dengan desain ala eropa, yaitu pintu kamar Hyorin, Jung ahjumma pun mengetuk pintu.

 

‘Tok Tok Tok’ Jung ahjumma mengetuk pintu kamar Hyorin, tapi tidak ada balasan.

 

‘Tok Tok Tok’ Jung ahjumma kembali mengetuk, tetapi tak ada sahutan lagi.

 

“Nona muda, sekarang sudah malam, waktunya nona muda makan malam” Ujar Jung ahjumma, tetapi lagi-lagi tidak ada suara dari Hyorin.

“Nona muda apa masih tidur? Biasanya dia langsung menjawab, sebaiknya aku coba masuk kamarnya” raut wajah Jung ahjumma terlihat bingung, kemudian ia pun membuka pintu kamar Hyorin, dan melihat Hyorin yang masih terbaring di ranjangnya.

“Nona Muda, ayo bangun, saatnya makan malam” Jung ahjumma menepuk pelan lengan Hyorin, tetapi tak ada reaksi sama sekali.

“Kenapa wajahnya pucat? Astaga! Tubuh nona muda panas sekali, aku harus segera menelepon Dokter Lee!” dengan cepat, Jung ahjumma menelepon Dokter Lee menggunakan HP Hyorin, dan tak lupa menelepon Nyonya dan Tuan Kim.

 

—————————————————————————————————————————

 

“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya wanita paruh baya, yang terlihat masih cantik walau umurnya sudah sekitar empat puluhan bertanya pada Dokter Lee.

“Nyonya Kim, Hyorin harus segera dirawat intensif di rumah sakit hari ini juga. Dan satu hal, apa Hyorin teratur minum obat yang ku berikan?” Jawab Dokter Lee.

Nyonya Kim menoleh kearah Jung ahjumma yang terlihat gusar, meminta jawaban.

“Ah.. Nona muda, memang tadi pagi dan siang menolak untuk minum obat sehabis makan, dia tetap menolak walaupun sudah kupaksa” Ujar Jung ahjumma.

“Pantas saja, obat itu harus diberikan pada Hyorin secara teratur, kalau tidak ya, kondisinya akan seperti ini, dan tambah parah. Sekarang Hyorin harus dibawa kerumah sakit”

” Ne, baiklah Dokter Lee dan aku akan ke rumah sakit, Jung ahjumma, tolong kau telepon tuan Kim untuk segera menyusul ke rumah sakit” Nyonya Kim mengambil scarf dan blazernya, kemudian bergegas ke rumah sakit.

“Arraso nyonya” Jawab Jung ahjumma.

 

In Hospital 11 April 2012

 

“Mmm.. mmm” Hyorin perlahan membuka matanya, “Aku ada dimana? Mengapa ada Eomma?” Hyorin berbicara dengan perlahan.

“Hyorin? Kau sudah sadar?” Nyonya Kim yang sedang mengaduk cappucino terkejut dengan suara Hyorin, kemudian menoleh kearah putri tunggal kesayangannya itu.

“Ne~” Ujar Hyorin dengan suara parau, tubuhnya masih sangat lemas.

“Syukurlah. Chagi, kau semalam pingsan, kemudian Eomma dan Dokter Lee membawamu kerumah sakit. Kau pingsan karena tidak mau minum obatkan? Dasar anak Eomma bandel” Nyonya Kim mencubit kecil hidung Hyorin.

“Ah Eomma~, aku tidak suka obat itu, sudah 3 tahun aku minum obat pahit itu” Bibir pucat Hyorin mengerecut seperti anak kecil.

“Tapi kau tidak boleh begitu, ini demi kesembuhanmu Chagi” Nyonya Kim mengelus puncak kepala anaknya itu.

“Ehm.. Annyeong Appa datang” Terdengar suara berat Appa Hyorin, Tuan Kim.

“Appa~!” Ujar Hyorin sambil tersenyum.

“Ne Chagi. Bagaimana keadaanmu, hm?”

“Ya beginilah Appa, terbaring lagi, minum obat pahit lagi” Hyorin mengerucutkan bibir pucatnya lagi.

“Makanya anak Appa jangan nakal, jadi seperti ini kan” Tuan Kim mengelus puncak kepala Hyorin.

“Ne ne~. Eomma, aku ingin Nara kesini, Eomma telepon dia ya”

“Ne Chagi, Eomma akan menghubungi Nara”.

30 Minutes Later

“Hyorin-aa~~!” Terdengar suara cempreng yang khas menyeruak masuk ruangan Hyorin, siapa lagi kalau bukan Nara. Nara pun membungkukkan badannya memberi salam pada Eomma dan Appa Hyorin, kemudian berjalan menuju Hyorin.

“Nara~~, sudah lama kita tidak bertemu” Hyorin melebarkan kedua tangannya seakan ingin memeluk Nara, mereka pun berpelukan.

“Ne, aku juga. Bagaimana kondisimu? Apa kau baik-baik saja? Tidak kenapa-kenapa? Aku sangat khawatir”

“Kau ini berlebihan sekali sih, aku tidak apa-apa, gwenchana”

“Bagaimana tidak apa-apa. Lihat saja badanmu ini jadi semakin kurus,wajahmumu juga pucat seperti vampire”

“Gwenchanayo. Eomma, Appa, bisa tinggalkan kami sebentar? Aku ingin berbicara pada Nara” Kata Hyorin lemas.

“Ne, Chagi” Jawab mereka berdua.

“Nara ya, aku boleh meminta satu hal dari mu?” Tangan Hyorin yang diinfus memegang tangan Nara.

“Ne, tentu saja. Apa itu?”

“Aku ingin sekali bertemu Suju, bisakah kau membantuku? Sekali ini saja, bantu aku, aku ingin bertemu mereka, melihat mereka secara langsung, terutama Eunhyuk dan Leeteuk oppa”

“Arraso, kau tenang saja, pasti aku akan membantumu Hyorin-a” Nara tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi-gigi putihnya.

“Gomawo” Hyorin  tersenyum simpul.

 

======================================================================

 

Nara Pov, 12 April 2012

“Hhooamm” Aku meregangkan kedua lenganku dan mengumpulkan nyawaku kembali untuk menjalani hari ini, mataku masih sangat mengantuk karena aku begadang semalam untuk mengumpulkan jadwal Suju.

“Pagi yang cerah. Mulai hari ini aku harus membantu Hyorin, kasihan dia. Bagaimanapun caranya aku harus bisa mempertemukan Hyorin dengan Suju. Ya, Kwon Nara FIGHTING!” Aku menyemangati diriku sendiri, hari ini aku akan mulai menemui Suju, dan berusaha memberitahu mereka tentang Hyorin.

Setelah mandi dan bersiap-siap, kuambil secarik kertas berisi jadwal Suju yang kukumpulkan, kemudian membacanya.

“Jam 10 pagi, siaran Music Bank, jam 2 siang siaran Inkigayo, jam 7 malam Eunhyuk, Leeteuk, Donghae siaran radio sukira. Baiklah, aku akan menemui Eunhyuk, Leeteuk, dan Donghae saja nanti malam sehabis mereka siaran sukira” Walaupun aku dan Hyorin tinggal di Incheon, dan Suju ada di Seoul, tapi tak apa, demi sahabatku.

 

In Dorm Suju

“Jadwal kita hari ini tidak begitu padat, jam 10 pagi, siaran Music Bank, jam 2 siang siaran Inkigayo, jam 7 malam Eunhyuk, aku, dan Donghae siaran radio sukira” kata Leeteuk sambil membolak-balik jadwal-jadwal mereka.

“Baik hyung” Jawab semua member secara serempak tak terkecuali Eunhyuk.

“Mwo?” Kata Eunhyuk yang terlihat serius menatap layar laptop Apple nya.

“Wae?” Jawab Siwon.

“Aku sedang melihat-lihat kumpulan ELFs story yang berusaha bertemu kita, kalian ingin melihatnya? Ternyata perjuangan mereka sangat keras sekali, aku menjadi terharu, mereka ternyata benar-benar mencintai kita” Ujar Eunhyuk.

Semua member pun mengalihkan pandangannya ke layar laptop Eunhyuk.

“Aku benar-benar salut pada semua ELF, mereka benar-benar mencintai kita setulus hati mereka. Bahkan ada ELF yang sakit parah tetapi tetap mencintai kita” Ujar Sungmin

“Kita harus memberikan yang terbaik untuk mereka semua karena telah menjadi ELF dengan setulus hati” Tambah Leeteuk yang dibalas dengan anggukan para member.

 

Author PoV

Nara memakai blazer coklat dan scarf hitam yang ia lilitkan dilehernya, bergegas menuju Seoul untuk menemui Super Junior menggunakan bus. Nara sengaja pergi sore hari agar bisa sampai tepat waktu. Sebelum pergi, Nara mengirim pesan pada Hyorin.

‘To: Hyorin ♥

Aku sedang menuju Seoul bertemu oppadeul, ini semua untukmu. Doakan aku ya supaya berhasil ^^’

Tak lama, Hyorin pun membalasnya

‘From: Hyorin

Ne~ Gomawo Nara ya, FIGHTING. C:’

Nara tersenyum simpul, kemudian berangkat ke Seoul.

 

2 Hours Later

 

======================================================================

 

Jam menunjukkan pukul 5 sore, dan Nara telah tiba “Akhirnya sampai juga di Seoul. Sekarang aku akan pergi ke studio sukira” Nara memasukkan kedua tangannya kedalam kantung blazernya, kemudian berjalan menuju studio sukira yang tak begitu jauh dari pemberhentian bus.

Nara pun sampai di studio sukira, Nara menunggu kedatangan Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae di taman dekat sukira.

Tak berapa lama, mobil van putih sampai di sukira, Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae turun bergantian dari van tersebut.

“Ah.. Itu mereka!” Nara pun berlari kecil menghampiri mereka.

“Oppa.. Oppadeul~!” Nara berteriak, Leeteuk pun menoleh ke arah sumber suara.

“Ne?” Kata Leeteuk

“Oppa.. Bisakah aku berbicara dengan kalian bertiga? Sebentar saja, aku mohon. Ini demi temanku” Nara memohon sambil memasang puppy eyesnya.

“Hmm.. Memangnya ada perlu apa?” Donghae dan Eunhyuk menghampiri Leeteuk dan Nara.

“Ini tentang sahabatku oppa, aku mohon sebentar saja. Otte?”

“Baiklah, gwenchana. Kami masih punya banyak waktu sebelum sukira, ikut kami masuk kedalam saja, kita berbicara di Lobby” Leeteuk pun mempersilahkan Nara masuk.

 

—————————————————————————————————————————

 

“Hmm jadi begitu ceritanya, baiklah. Kami bisa membantumu, nanti ketika kami konser di Incheon, aku akan meminta pada manager kami agar temanmu bisa ke backstage bertemu kami semua. Bagaimana?” Kata Leeteuk

“Mwo? Jeongmal? Gomawo oppa, aku sangat berterimakasih pada kalian semua. Pasti temanku akan senang sekali” Nara tersenyum simpul.

“Ne, cheon. Sampaikan salam kami pada Hyorin ya” Donghae, Eunhyuk, Leeteuk tersenyum.

“Ne oppa. Oppadeul, aku harus pulang sekarang, sampai bertemu di Show Incheon ya. Annyeong~” Nara membungkukan badannya, kemudian melambaikan tangannya pada mereka sambil terus tersenyum.

 

13 April 2012

 “Annyeong Hyorin~!” Nara melambaikan tangannya pada Hyorin yang masih tergolek lemah di ranjang rumah sakit, bahkan wajahnya tampak makin pucat dari yang sebelumnya.

“Ne, Annyeong” Hyorin balas menyapa, suaranya parau.

“Bagaimana kemarin? Lancar?” Tanya Hyorin dengan senyum penuh harap.

“Ne! Sukses!” Nara tersenyum lebar, Begitu juga dengan Hyorin.

“Nara-ya.. Menurutmu, apa aku akan sempat melihat mereka?” Hyorin menatap langit-langit ruangan bercat putih itu.

“Pasti sempat, tenang saja”

“Tapi, aku tidak yakin Nara-ya. Aku rasa waktuku akan sedikit lagi”

 “Andwae! Jangan katakan itu, kau harus yakin Hyorin-a. Kau harus yakin bisa sembuh, bertahan, melihat Suju, dan menjaga kedua orangtuamu!” Nara menggenggam tangan Hyorin.

Hyorin Pov

Kondisiku makin hari semakin memburuk saja, aku hanya bisa berserah dan berdoa pada Tuhan sekarang. Aku mohon, agar aku bisa melihat idolaku di hari terakhirku nanti. Kuambil bukuku, dan kemudian menulis sebuah puisi.

 

My Star

There’s a Star

A very Big Star

This Big Star is divided by 15 stars

They’re very Bright

They’re very Kind and Good

They’re Very Inspiring me

They’re always make me happy

Deep inside in my heart

I Love Them

Saranghae,

Super Junior

 

“Haahh, dua hari lagi konser Suju. Aku harus kuat! Fighting!” Aku menyemangati diriku sendiri kemudian menutup bukuku. “Mungkin ini puisi terakhir yang kubuat untuk kalian oppadeul” Lanjut Hyorin.

 

14 April 2012

“Eomma, Appa.. Besok aku ingin menonton Super Junior. Aku mohon kalian memperbolehkanku, sekali ini saja. Nara sudah memesankan tiket VVIP untukku” Aku meminta izin pada Eomma dan Appa.

“Tapi kondisimu sedang buruk chagi” Kata Eomma

“Gwenchana, aku tidak apa. Aku mohon”

“Benar kau tidak apa-apa? Appa dan Eomma khawatir” Sambung Tuan Kim.

“Ne, percaya padaku, aku baik-baik saja”

“Baiklah kalau begitu chagi. Kau boleh ke konser mereka, asal kami juga ikut. Otte?” Kata eomma.

“Ne, tapi bagaimana dengan tiket untuk Eomma dan Appa?”

“Tenang saja, Appa punya kenalan yang menjual tiket show seperti itu” Ujar appa seraya tersenyum.

‘Akhirnya, impianku terkabulkan. Terimakasih Tuhan’ Kataku dalam hati.

 

15 April 2012 (Author PoV)

“Annyeong, selamat siang Hyorin, ahjumma, ahjussi” Nara datang ke kamar pasien Hyorin, kemudian membungkukan badannya.

“Sudah siap untuk hari ini?” Nara bertanya pada Hyorin sambil menunjukkan gummy smilenya.

“Ne! Aku sudah siap, aku sangat tidak sabar bertemu mereka. Lihat, aku, Eomma, dan Appa memakai baju biru safir khas ELF” Ujar Hyorin semangat.

“Ne.. Aku juga” Nara pun tersenyum.

“Baiklah, semuanya sudah siap. Mari kita berangkat kesana” Sahut Appa Hyorin. Mereka pun berangkat bersama ke gedung show Super Junior.

 

======================================================================

 

Sesampainya disana, Hyorin yang duduk dikursi roda dan tangan masih di infus dibantu oleh Nara untuk mendorongkan kursinya. Mereka berempat terlihat senang, terutama Hyorin, senyumnya tak lepas sedari tadi, dia sangat bahagia, impiannya terjadi. Mereka pun segera duduk di tempat VVIP.

Jam 2 siang, konser pun dimulai. Para ELFs beramai-ramai masuk ke gedung kemudian duduk dan berdiri dengan teratur. Super Junior membuka acara dengan perkenalan diri, kemudian membawakan lagu-lagu hits mereka, dilanjutkan dengan performance solo tiap member, SJ H, SJ M. Para ELFs menyanyikan fanchants dengan kompak.

Tiba di akhir acara, Super Junior menutup dengan lagu Marry U, lagu kesukaan Hyorin. Para ELFs, juga Hyorin dan Nara, mengangkat lightstick blue sapphire dan bernyanyi bersama.

 

Hyorin PoV

 

‘Ini, lagu kesukaanku, aku sangat bahagia sekali hari ini. Bertemu dengan oppadeul’ ucapku dalam hati.

‘Tes Tes’

Setetes demi setetes air bening turun dari mataku dan membasahi pipiku, aku menangis bahagia untuk hari ini. Akhirnya permintaan terakhirku bisa terjadi. Ketika lagu Marry U selesai oppadeul nyanyikan, pandanganku kabur dan berputar-putar, pendengaranku juga perlahan semakin menghilang, aku sangat pusing, tiba-tiba semuanya putih.

 

Author PoV

 

Bunyi ambulance terdengar nyaring diluar gedung, Eomma dan Appa Hyorin segera membopoh tubuh Hyorin dibantu tenaga medis untuk ke mobil ambulance, sementara Nara menyusul.

“Oppadeul.. Oppadeul~”Nara berlari di koridor gedung menuju backstage Suju.

“Ne? Mwo? Kau Kwon Nara yang waktu itu kan? Dimana temanmu itu?” Eunhyuk menghampiri Nara yang sedang mengatur nafasnya.

“Hyorin tadi pingsan setelah menonton kalian, sekarang sedang diperjalanan ke rumah sakit. Oppadeul, kumohon ikut denganku menemui Hyorin, ini permintaannya”

“Jadi Hyorin pingsan? Ah, arraso. Baiklah, ayo kita kesana” Kata Leeteuk. Leeteuk cs pun segera menuju rumah sakit bersama Nara.

 

======================================================================

 

“Dokter Lee, tolong sembuhkan anak kami. Saya mohon” ujar Nyonya Kim berurai airmata.

“Ne, aku akan berusaha semaksimal mungkin. Sekarang kalian berdoa saja, semoga kanker stadium akhir Hyorin masih dapat ditolong. Semoga Tuhan masih memberi kesempatan” Dokter Lee pun masuk kedalam ruang operasi.

 

Hyorin PoV

 

“mm mmm” Aku membuka mataku perlahan, bau obat-obatan khas rumah sakit menyeruak di hidungku, kulihat infus, selang oksigen, alat pendeteksi denyut jantung sudah terpasang ditubuhku, kuhilat Dokter Lee dan beberapa perawat sedang menyiapkan alat-alat operasi.

“Dokter Lee” Kataku dengan suara parau.

“Ne? Hyorin? Kau sudah sadar? Jangan banyak bergerak, sebentar lagi kau akan dioperasi”

“Anio, tidak usah. Aku tidak perlu dioperasi lagi, tolong panggilkan eomma dan appaku dok”

“Hyorin-a? Chagi, wae?” Tanya Eomma.

“Eomma, Appa. Mian, kalau selama ini aku merepotkan kalian terus, aku ingin eomma dan appa menjaga diri dan kesehatan baik-baik ya, jangan sampai sakit. Juga untuk Jung ahjumma, dia sudah tua, jangan memberikan dia pekerjaan yang berat” Kataku sambil tersenyum dan menggenggam tangan eomma dan appa, tangan hangat yang sudah selama 19 tahun menjaga dan merawatku dengan baik.

 

“Hyorin-a~~!” Suara teriakkan cempreng khas Nara menyeruak masuk ruangan ini.

“Nara? Oppa….? Oppadeul??” Aku menoleh kearah Nara, dan… Oppadeul Super Junior yang datang kesini. Aku sangat terkejut, Benarkah? Ini bukan mimpi?!.

“Ne~. Kami Super Junior, idolamu”Leeteuk dan member lain tersenyum.

“Kami dengar kau suka padaku dan Leeteuk hyung, bukan begitu? Sekarang kami semua datang untukmu” Eunhyuk dan Leeteuk menghampiriku dan menggenggam tanganku yang di infus ini.

” Ne, aku sayang kalian, sayang kalian semua. Terimakasih oppadeul karena meluangkan waktu untukku, aku sangat berterimakasih. Akhirnya penantianku selama 3 tahun agar bertemu kalian tidak sia-sia”

“Oppadeul, aku ingin memberi kalian buku kesayanganku, mian kalau aku hanya bisa memberi kalian ini, tetapi buku ini semua berisi isi hatiku yang sangat tulus menjadi ELF. Dan mungkin, ini adalah hadiah terakhirku untuk kalian, hadiah terakhir selama aku menjadi ELF, tetapi aku akan terus menjadi ELF dan takkan melupakan kalian selamanya” Lanjutku dengan suara parau dibalik masker oksigen ini, tubuhku semakin melemah, nafasku pun tidak beraturan. Akupun menyerahkan buku bersampul biru safirku kepada Leeteuk oppa.

 

Dengan segenap sisa kekuatanku, aku melanjutkan kalimatku

“Appa, Eomma, jaga diri kalian baik-baik, terimakasih telah menjadi orangtua yang hangat dan baik untukku. Nara, terimakasih sudah menjadi sahabat yang setia dan baik padaku, aku tidak akan melupakanmu. Dan oppadeul, terimakasih sudah menyemangatiku selama 3 tahun ini, teruslah akur dan menginspirasi banyak orang. Sekarang permintaan terakhirku sudah terwujud semuanya, dan aku bisa tenang sekarang. Aku sayang kalian semua” Ucapku untuk yang terakhir kalinya.

Airmataku kembali membasahi pipiku, airmata bahagia, kemudian aku tersenyum lepas, tanpa beban. Perlahan, nafasku menghilang, dan aku menutup mataku perlahan untuk selamanya.

 

THE END

MY GUARDIAN ANGEL

Posted on

Author : Vanessa Echa

Genre : Life, Romance

Rating : PG 15

Cast : Cho KyuHyun, Choi Miina, Kwon Ji Won

Cameo : Cho Ah Ra

-MY GUARDIAN ANGEL-

Cho Kyuhyun, namja pintar di sekolah menengah atas ShinJi. Kyuhyun yang berasal dari kalangan bawah. Untuk biaya hidup sehari-harinya saja masih terbilang ‘pas-pasan. Namun hati nya murni, seputih kapas.

Walau miskin, Kyuhyun masih sempat-sempatnya memberikan sedikit uangnya untuk orang yang lebih membutuhkan.

Prinsip hidupnya, selalu bersyukur atas semua pemberian Tuhan.

Kyuhyun sadar ia tak boleh mengeluh dengan keadaannya yang serba pas-pas an. Karena masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dari pada Kyuhyun.

-MY GUARDIAN ANGEL-

Seperti biasanya, Kyu (panggilan akrab Kyuhyun) berjalan menyusuri keramaian kota untuk sampai ke sekolahnya. Ia mengandalkan berjalan kaki untuk pergi kesekolahnya, ketika pulang pun sama.

Kyu harus menghemat uangnya untuk menabung, di sekolah pun ia berusaha sekuat tenaga belajar dengan giat agar mendapatkan beasiswa, tujuann7a untuk menghemat pengeluaran uangnya.

Kyu tinggal berdua dengan adiknya yang masih berumur 10 tahun, Cho Ah Ra.

Sampai di sekolah, Kyu selalu tersenyum lebar kesemua warga sekolah.

Namun, banyak teman-temannya yang tak suka pada Kyu, tiap hari menjahili Kyu, namun Kyu tetap sabar dan tak ingin membalasnya dengan hal yang sama.

Kyu hanya selalu berdoa agar teman-temannya diberi pengampunan oleh Tuhan, sungguh mulia.

-MY GUARDIAN ANGEL-

“Hey tikus got! Kemari!”Teriak seorang teman-laki-laki Kyu ketika Kyu sedang berjalan di lorong sekolah.

Kyu menoleh, ia sudah terbiasa dengan panggilan ‘tikus got’ itu.

“Ne? Ada apa?” Tanya Kyu sopan.

“Kerjakan PR ku! Kalau kau tak mau..” Orang itu menarik kerah baju sekolah Kyu, lalu menoleh kearah temannya yang lain yang sudah berada di belakang Kyu seolah memberi isyarat agar menyiram air got ke tubuh Kyu.

Saat air itu hendak disiram, entah ada sesuatu yang tak terlihat seperti menahan air itu agar tak setetes pun mengenai tubuh Kyu.

Sebuah sayap terbentang lebar menutupi tubuh Kyu.

Kedua teman Kyu yang ingin mengerjai Kyu tadi terbengong-bengong dengan pemandangan didepan mereka. Mereka bingung, bagaimana mungkin air melawan hukum alam dengan tak mengenai tubuh Kyu? Seolah-olah Kyu mempunyai payung pelindung yang tak terlihat oleh mata.

Seketika, kedua teman Kyu lari secepat mungkin dari tempat itu karena merasa ada hal aneh, dan membiarkan Kyu sendirian disana.

-MY GUARDIAN ANGEL-

“Syukurlah aku datang tepat pada waktunya. Sehingga kau tak terkena air kotor itu” Suara lembut pun terdengar.

Kyu yang terduduk dilantai pun menoleh kebelakang.

Sesosok asing dengan sayap putih bersinar terbentang lebar sedang tersenyum kearah Kyu.

‘Wow!’ Kyu terperangah melihat sosok dihadapannya.

“Siapa kau?” Tanya Kyu

“Malaikat” Jawab sosok asing itu

“Ooohhh.. Kau kah yang menolong ku tadi?” Kyu kembali bertanya dengan wajah polosnya, seakan tak ada reaksi takut pada sosok asing didepannya.

“Ya.. Dan hanya kau yang dapat melihatku. Temanmu tadi tak akan bisa melihatku” Malaikat itu kembali memasang senyum indahnya.

Rambutnya berwarna hitam pekat panjang tergerai dengan indahnya,

Matanya yang jernih berwarna bulat hitam,

Kulitnya yang halus dan bersih seputih susu,

Bibirnya yang berwarna kemerahan berwarna cherry.

Kyu takjub dengan sosok malaikat wanita indah didepannya.

“Terimakasih malaikat. Siapa namamu malaikat cantik?”

“…”

“Ah.. Apa jangan-jangan Tuhan lupa memberimu nama ya? Hehe” Kyu sedikit bercanda

“…”Malaikat itu tetap diam

“Ah.. Baiklah, mulai saat ini kau kuberi nama Miina, yang berarti cantik. Sesuai wujudmu yang cantik” Kyu tersenyum simpul kearah Miina.

“Perkenalkan, namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Panggil saja Kyu, Ok?” Kyu menjulurkan tangannya.

Miina membalas uluran tangan Kyu dan ikut tersenyum.

“Okay baiklah. Aku harus ke kelas dulu. Sampai jumpa lagi malaikat” Kyu bangun dari duduknya dan berlari kecil sambil melambaikan tangannya kearah Miina.

Sang malaikat terdiam menatap punggung Kyu yang lama-kelamaan menghilang.

Miina pun terbang mengikuti Kyu, lebih tepatnya menjalani tugas dari Tuannya untuk melindungi Kyu.

-MY GUARDIAN ANGEL-

“Hey lihat! Tikus Got sudah sampai dikelas!” Seorang siswa berteriak ketika Kyu masuk kedalam kelas.

“Wah.. Anak kampung itu lagi”Seorang yang lain ikut berteriak sambil menatap sinis kearah Kyu.

“Dasar anak miskin! Hahahaha!!!” Satu kelas menyoraki Kyu dan tertawa keras, seolah mereka sangat menikmati itu.

Kyu menarik nafas pelan ketika duduk dibangkunya, lalu mengelus dadanya pelan.

‘Sabar Kyu. Hilangkan emosimu. Biarkan saja mereka. Lebih baik kau berdoa agar Tuhan mengampuni mereka’ kata Kyu dalam hatinya, setidaknya kata-kata itulah yang selalu membuat diri Kyu tenang ketika diejek teman-temannya.

Dari atas, Miina menatap Kyu. Miina tahu apa isi hati Kyu, karena Miina malaikat.

“Ternyata hati manusia pada zaman ini sangat buruk sekali. Pasti Tuanku sangat sedih melihat ini semua. Untunglah masih ada manusia berhati bersih seperti Kyu” Miina tersenyum sambil menatap Kyu dari kejauhan.

-MY GUARDIAN ANGEL-

Sekolah sudah selesai, Kyu pun bergegas menuju restoran kecil didekat rumahnya. Kyu bekerja paruh waktu disana, setidaknya dengan begitu, bisa menambah uang Kyu walau gajinya disana tak seberapa.

Kyu bekerja dengan sangat giat tiap harinya. Dengan sabar ia mencucui semua peralatan masak dapur,mengantar pesanan ke meja-meja, mengelap air yang tumpah, dan menanggapi pelanggan yang tak sopan dengan sabar.

“Hey Kyu! Aku dan teman-teman pesan 6 porsi bibimbap, 6 kimchi, 6 jajangmyeon, 6 teh jasmine hangat”Kata Kwon Jiwon, teman sekolah Kyu yang biasa menjahili Kyu.

Jiwon tersenyum licik kearah teman-temannya yang lain, kelihatan mereka sedang merencanakan sesuatu.

Kyu terlihat kewalahan membawa pesanan jiwon, karena terlalu banyak.

Ketika Kyu membawa teh, dengan sengaja jiwon menyelengkat kaki Kyu. Alhasil, teh itu terjatuh dan gelas-gelasnya pun pecah.

Jiwon dan teman-temannya memarahi Kyu meminta pertanggungjawaban Kyu, karena pekerjaannya yang tak becus.

Pemilik restoran pun keluar dari dapur, dan melihat itu. Dia meminta maaf pada Jiwon atas kelakuan Kyu. Akibatnya Kyu disuruh membersihkan seluruh Restoran sendirian sampai bersih dalam waktu semalam. Kyu juga disuruh mengganti gelas yang pecah.

Kyu hanya bisa mengiyakan dan tabah saja.

Setelah toko tutup. pemilik restoran pulang dan hanya Kyu yang masih tetap di Restoran.

Ia masih harus membersihkan seluruh Restoran sementara, Kyu masih mempunyai banyak PR.

Miina terbang meluncur dengan gerakkan halus, ia melihat Kyu sedang kesusahan.

“Sudahlah.. Kau kerjakan saja PR mu. Akan kuselesaikan semua ini kurang dari 2 menit”Kata Miina, “Mwo? gwenchana. Biar aku saja”Kyu menolak halus.

“Ani.. AKu bisa lebih cepat menyelesaikannya” Miina tersenyum mantap.

“Ta…” Sebelum Kyu melanjutkan kalimatnya, seberkas cahaya terang menyilaukan mata mengelilingi ruangan restoran dengan gerakkan cepat.

Kyu hanya bisa menutup kedua matanya karena cahaya yang terlalu silau.

Sesaat, sinar itu menghilang dan Kyu pun membuka matanya, “MWO??” Kyu ternganga melihat ruangan restoran yang sudah bersih mengilap tanpa kotor sedikitpun.

“Benarkan? aku bisa membersihkannya kurang dari dua menit?” Miina terlihat mengatur nafasnya, karena sebenarnya tadi ia mengeluarkan tenaga ajaibnya untuk membersihkan ruang itu.

“Ne! Kau hebat Miina! Aku berhutang budi padamu! Gomawo Miina-ah” Kyu tersenyum riang dan kemudian memeluk Miina.

Miina hanya terkesiap dan diam ketika Kyu memeluknya.

Jika Miina mempunyai jantung, mungkin jantungnya sudah berdetak 100 kali lebih cepat pada saat itu. Kyu melepas pelukannya dan kembali tersenyum “Gomawo Miina-ah. Akhirnya aku bisa mempunyai banyak waktu untuk mengerjakan PR” Kata Kyu.

“Eh? Ne.. Itu sudah tugasku. Oh ya, satu lagi” Miina pun menggerakkan tangannya dan seketika, sejumlah uang pun berada di genggamannya.

“Ini untuk mengganti gelas-gelas tadi. Aku tahu, temanmu tadi sengaja menyelengkatmu agar kau dapat hukuman”

“Ah.. Itu tidak apa-apa Miina. Tak usah. Aku kan sudah banyak membuatmu repot”

“Terima saja Kyu. Ini memang sudah tugasku”

Akhirnya Kyu menerima uang itu dan tersenyum lagi, dan berkata “Gomawo Miina”.

-MY GUARDIAN ANGEL-

1 bulan kemudian (Hari Kelulusan)

===========================================================

“Yeah! Aku lulus! Terimakasih Tuhan!” Kyu tersenyum senang sambil menggendong adiknya, Cho Ahra.

Akhirnya dengan ketabahan, kejujuran, dan semangatnya selama ini membuahkan hasil yang memuaskan.

sementara itu……..

“Ah.. Sial! Aku tidak lulus!”Seseorang menendang tembok kelas dengan keras.

“Hey.. Jiwon? Kau.. Kau tidak lulus?”Tanya Kyu pelan.

“Huh? Ya.. Dan kau senang kan? Jadi tidak akan ada lagi yang mengganggumu?”Jiwon berteriak.

“Ani.. Sabarlah Jiwon. Selama ini, aku sama sekali tak ada dendam padamu dan teman-teman yang lain saat kalian mengerjaiku. Justru karena itu, aku bisa menjadi kuat dan tegar. Dan aku hanya ingin memberikan semangat padamu. Janganlah putus asa Jiwon, karena semuanya akan tepat pada waktunya. Berjuanglah! Jangan takut akan pengulangan. Justru pengulanganlah yang akan memberikan pelajaran hidup padamu. Berjuanglah sekuat tenagamu untuk mencapai sesuatu. Utamakan kesabaran dan kejujuran dalam segala hal. Aku yakin kau bisa dan kuat menjalani ini” Kyu berkata dengan bijaksana kemudian tersenyum.

Jiwon terperangah tak percaya, dia terharu. Tak terasa air matanya turun.

“terimakasih Kyu. Terimakasih atas semuanya. Maafkan aku dan teman-teman yang telah salah sangka padamu. maafkan semua kesalahan kami padamu Kyu”

“Ne.. Lupakan saja. Dari dulu aku sudah memaafkan kalian. Sekarang adalah sekarang. Jadi.. Berjuanglah!” Kyu tersenyum lebar, Jiwon membalas senyuman Kyu.

-MY GUARDIAN ANGEL-

Kyu berlari sangat cepat menaiki anak tangga sekolahnya. Kyu berlari cepat agar sampai ke lantai paling atas sekolahnya. Ternyata Miina akan kembali ke Tempat Asalnya.

Kyu berlari sekencang mungkin agar tak terlambat sampai diatas. Tak terasa airmatanya jatuh.

Akhirnya, Kyu sampai di lantai paling atas. Kyu melihat Miina sedang membentangkan tangannya, bersiap naik ke Tempat asalnya.

“T.. T.. Tunggu!! Miina!!!”Kyu berteriak sambil memegangi dadanya karena kelelahan berlari terlalu cepat.

“Miina! Tunggu! Jangan pergi! Masih ada satu hal yang belum kusampaikan!! Jadi kau jangan pergi!” Kyu berteriak, Miina pun berbalik.

“Apa itu? Tugasku sudah selesai Kyu. Aku hanya di tugaskan menjagamu sampai kau lulus sekolah, dan sekarang tugasku sudah selesai. Aku harus kembali, Tuanku sudah menunggu”Miina berkata sambil menundukkan kepalanya. Tiba-tiba, cahaya terang menerangi Miina.

“Andwae!!”Kyu berlari, menarik tangan Miina.

Kaki Miina perlahan terangkat ke udara. Sayapnya terkembang lebar. Kyu memegang tangan Miina erat, dan memeluk Miina. Akhirnya Kyu ikut terangkat.

“Jangan pergi Miina! Jangan tinggalkan aku! Karena aku.. aku.. aku mencintaimu!! Jadi jangan pergi!”, “Ya Tuhan. Aku mohon izinkan Miina menjadi manusia dan hidup bahagia bersamaku selamanya. Aku berjanji akan menjaganya dengan baik seumur hidupku”Kyu berteriak memohon kepada Tuhan.

5 menit kemudian cahaya terang itu redup, dan disusul hujan deras.

Tubuh miina dan kyu perlahan-lahan kembali ke daratan. Tubuh Miina lemas, Kyu menaruh tangan Miina di dada Kyu. Perlahan-lahan sayap indah Miina menghilang, Segumpal cahaya putih keluar dari tubuh Miina, itu adalah kekuatan ajaib Miina.

Kyu menangis sejadinya… Perlahan Miina membuka kedua bola mata indahnya itu dan tersenyum. Kyu pun tersenyum dan membantu Miina duduk. Kyu memeluk Miina.

“Miina. Kau hidup kembali! Aku sangat bahagia. aku mencintaimu Miina. Izinkan aku menjadi guardian angelmu selamanya”

“Ne.. Nado saranghae Cho kyuhyun. Sekarang Tuhan sudah mengizinkanku menjadi manusia dan hidup bersamamu. Seorang archangel surga kini telah menjadi manusia. Jagalah cinta ini selamanya Kyu. Jangan buatku menyesal nantinya”Miina membalas pelukkan Kyu.

Kyu melepas pelukkannya dan mengangguk mantap. Kyu kemudian mearik halus dagu Miina dan mendekatkan wajahnya ke wajah Miina……

Dan……… sebuah kecupan manis dari Kyu mendarat dibibir Miina.

FIN

Annyeoonng!!!!

KILLER J PART 3

Posted on

AUTHOR : Vanessa Echa

MAIN CAST : KIM JAEJOONG

LEE TAEMIN

SUPPORT CAST : CHOI HYE MI

-SOMEONE STILL SECRET- ^^

RATING : PG 15

GENRE : THRILLER, DARK, ON GOING

NB : sebenernya ff ini terinspirasi dari CF majalah elle yang dibintangin jaejoong xD. yang kuat baca cerita bunuh-bunuhan silahkan baca. yang ga kuat ga usah baca. tapi adegannya gak parah-parah banget kok. Disini jaejoong umurnya 20 tahun, taemin 17 tahun. OK??? let’s reading!! ^^

DONT BE A SILENT READERS!!!

COMMENT AND LIKE!!!

Jaejoong.. Kini dia hidup sendiri.. Taemin dipenjara… Appa dan ommanya telah tiada.

Hatinya sakit.. Disatu sisi ia sakit hati dan tak terima appa dan ommanya dibunuh taemin.. disatu sisi lagi, Jaejoong sayang terhadap taemin. Tapi semua itu lenyap karena kejadian taemin membunuh appa dan omma nya..

Sekarang rasa sayang itu…

Perlahan-lahan

Sudah berubah menjadi…

Kebencian yang amat dalam…

Hati Jaejoong kini penuh dengan kegelapan… Kebencian.. Dan balas dendam……

1 Month Later~

============================================================

Jaejoong PoV

Sudah 1 bulan setelah kejadian pembunuhan appa dan omma yang dilakukan Taemin berlalu.

Kini aku hanya hidup seorang diri. Kesepian, dan sunyi. Rumah pun terasa hampa dan dingin. Tidak ada lagi kasih sayang appa dan omma yang hangat.

Ah~ aku juga rindu dengan Taemin. WHAT?? Taemin? Tidak-tidak.. Dia itu anak tak tahu terimakasih..

Setelah appa dan omma telah tiada.. Hidupku kosong dan hampa, hatiku gelap. Aku benci.. Ah.. Lebih tepatnya sangat benci dengan TAEMIN. Aku sangat benci dengan dia, manusia keji itu.

‘BRAK!’ Kuhantamkan kepalan tanganku yang keras ke tembok. Sedari tadi aku duduk di sofa, aku masih terfikir oleh appa dan omma.

Tak terasa.. Air bening menetes setetes demi setetes dari pipiku, meliuk lurus dan turun makin lama makin deras.

Ya..

aku masih tak terima dengan perlakuan Taemin.

“hhh.. Appa.. Omma.. Hiks” Tangisku.. Aku pun terjatuh ke lantai dan bersender ditembok.

“ARGGHH!!!!”Teriakku histeris sambil mengacak-acak rambutku.. Ku tendang, ku lemparkan semua barang yang ada di kiri dan kananku sekarang ini.

Aku sangat frustasi sekarang.. Sangat-sangat frustasi..

Kaca disampingku pun ikut menjadi korban pemukulanku.. Ku pukul keras-keras kaca itu, dan alhasil tanganku pun berdarah banyak.

Ah.. Damn.. I will kill you Lee Taemin!!

In Somewhere…

SOMEONE PoV

Aku duduk santai di sofaku yang menghadap ke jendela.

Aku mengangkat kedua kakiku di meja, kemudian menyesap secangkir cappucino ditanganku.

“Hmmm… Sudah sebulan ya? Hahahaha… Tapi sepertinya ada yang kurang. Hmm” kataku sambil berfikir… AH!!! YA!! Aku tahu..

Ku raih handphone di saku ku dan mengetik sejumlah nomor di keyboard ponselku.

“Yoboseyo? Storm.. Cepat kesini!” Kataku,

“Ne. Allright Boss”. Tut.. aku memutuskan sambungan telfonku.

Tak lama kemudian Storm, asistenku pun datang..

“Storm.. Bisa kau menjalankan tugas ini huh?” tanyaku.

“ehmm.. Tugas apa tuan?”

“Membunuh seseorang” Bisikku perlahan pada Storm. Kulihat Storm bergidik segan.

“Mmm. Mwoo?? Killing someone??? Oh Gosh.. Tuan, apa kau yakin?”

“Ne.. Yakin 100 persen.. Kau hanya perlu membunuh satu orang saja.”

“Tuan.. Tapi kan.. Aku ini belum berpengalaman membunuh”

“Ah.. I know you can do it Storm! Bagaimana kalau.. 5 juta won huh?”

“mm.. MWO??? Li.. li.. lima juta won? Kau yakin tuan? Apa itu tidak terlalu banyak?”

“6 juta won”

“A.. A apa??”

“Kalau kurang kau tinggal katakan padaku. OK? Deal?”

“….”

“Faster Storm!! Yes or No?”

“O.. Okay.. I will do it. Nugu?(Siapa?)”

“Kemari” Kataku.

“Kim… Jaejoong.. Anak dari almarhum musuhku” Bisikku perlahan. Ku lihat Storm bergidik segan kembali, tapi aku tahu dia bisa melakukannya. Hahahahahaha….

Tak lama, setelah kuberi alamat Kim Jaejoong. Storm mengangguk mengerti kemudian bergegas menyiapkan peralatan dan menuju ke tempat target terakhirku.

Storm PoV

Ah~ Tugas membunuh lagi. Aku sangat tak suka membunuh!

Tapi karena dia Boss ku, dan aku membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-hari.. Yah.. Mau apa lagi?

Ku langkahkan kakiku menuju alamat yang diberikan Bos ku..

Silver street nomor 12 B.

Ku hentikkan langkahku saat ku lihat ada seseorang keluar dari rumah tersebut, akhirnya aku pun bersembunyi dibalik pohon-pohon didekatku dan memperhatikan orang itu.

“aaargghh.. Damn! Luka lagi. errrgghh!!” Kata orang itu. Orang itu menghadap belakang, Kulihat tangannya berdarah banyak sekali, tapi dia malah memukulkan tangannya ke tembok. Pabo! itu malah akan menambah lukanya!

Kemudian orang itu pun berbalik badan dan…

‘Gosh…. Dia manusia atau malaikat huh?’ Tanyaku dalam hati.

Kulitnya putih bersih,

mata kecoklatan,

bibir merah delima,

rambut coklat keemasan, dan..

Mata besar dan bulat jernih.

Sempurna..

Siapa dia?

‘PLAK’ Ku pukul kecil keningku. Hampir saja aku lupa tugasku!. Akhirnya aku mengabaikan orang itu dan merogoh kantung tas ku, mengambil foto calon korbanku.

“A… A… APA? Dia kah?? Kim Jaejoong?” Seketika aku terkaget-kaget saat melihat foto calon korbanku. Hey! Jadi korbanku itu orang yang tadi?

Sayangnya.. Hidupnya tidak akan lama lagi.

Akhirnya.. Hari ini.. Ku mulai aksi ku.. Pertama-tama aku akan menguntitnya terlebih dahulu, untuk mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

Kuperhatikan dia menggores tangannya sendiri dengan pisau, sudah gila kah?? Ck! Namja aneh.. Tak sengaja, saking seriusnya memperhatikan Jaejoong, Kakiku menyenggol bak sampah di sampingku. Untungnya targetku tak melihatku, karena aku langsung bersembunyi lagi.

Jaejoong PoV

Tanganku berdarah sangat banyak.

Tapi.. Ketika melihat darah.. Kenapa ada sesuatu yang aneh didalam perasaanku ya? Seperti.. Menikmatinya.. Menikmati melihat darah…

Ku tatap tanganku. Wow. Kau hebat Jae! Darahnya banyak sekali!. Ku dekatkan hidungku ke arah luka ditanganku dan menghirup aromanya.. Mmm..

Perlahan namun pasti ku coba sedikit darah yang ada ditanganku itu. Manis…

Kuambil sebuah pisau kecil didekatku, kemudian ku gores sedikit punggung tanganku dan ku rasakan darahku.

Aneh.. Tiba-tiba aku jadi suka melihat darah. Hahahaha.

‘Prang!!’ Terdengar suara benda jatuh di dekatku. Ku tolehkan kepalaku kebelakang. “Tak ada siapa-siapa” aku pun kembali menatap tanganku.

Tiba-tiba kurasakan sakit sekali ditanganku. “aaaw” rintihku saat ku gores lagi pisau itu ke punggung tanganku. Secepat kilat aku tersadar dengan apa yang kulakukan tadi, kemudian membalut luka ditanganku dengan perban.

=============================================================

Normal PoV

Jaejoong memakai kemeja putihnya, blazer hitam, dan celana jeans birunya.. Disemprotkannya parfum favoritnya ketubuhnya.

Diraihnya kunci mobil Lexus silver kesayangannya. Hari ini, Jaejoong ke klub langganannya, melepas stress pikirannya.

Suara dentuman musik khas dance menggema diseluruh ruangan klub. Lampu kerlap-kerlip bersinar temaram.

Jaejoong melangkah dan duduk keatas kursi bar, dan memesan minuman.

“Whiskey satu sloki” Katanya ke bartender laki-laki yang masih kelihatan muda.

Tak lama, sang bartender menyerahkan pesanan jaejoong.

Ternyata, dari kejauhan Storm mengikuti Jaejoong.

“Tuan. Sudah cukup. Anda sudah mabuk”Kata bartender itu

“hah? apa katamu? Aku benci kau lee taemin!!”Jaejoong berkata melantur dengan keras.

“Mian.. Mianhae. Dia temanku.. Maaf, dia sedang stress akhir-akhir ini. AKu akan membawanya pulang. Ini uangnya. Gomawo”Storm pun muncul, dan menyerahkan sejumlah uang ke bartender itu dan membawa jaejoong keluar bar.

“siapa kau hah?? Aku benci kau lee taemin!!” Jaejoong meracau tak jelas di mobil nya. Storm membawa jaejoong pulang dengan mobil jaejoong. Tentunya, Storm yang menyetir.

Storm hanya bisa diam sambil sesekali melihat ke arah jaejoong. Matanya sayu, sangat menyedihkan.

“Kasihan sekali dia. Tapi.. Aku harus membunuhnya” Storm berbicara kecil.

-TBC-

HAlOHA!!!!!!!!! akhirnya part 3 nya revealed. tadinya author udah pusing banget cari jalan crita yg menarik. abis imajinasi author banyak banget buat lanjutinnya..

maaf klo msh ada typo, ff nya masih kurang memuaskan (_ _),atau kurang panjang.

 

KILLER J PART 2

Posted on

AUTHOR : Vanessa Echa

MAIN CAST : KIM JAEJOONG

LEE TAEMIN

SUPPOORT CAST : CHOI HYE MI

TUAN DAN NYONYA KIM

RATING : PG 15(di part ini ada bunuh-bunuhannya lohhhh!!! *mukul2 panci* :O)

GENRE : THRILLER, DARK, ON GOING

NB : sebenernya ff ini terinspirasi dari CF majalah elle yang dibintangin jaejoong xD. yang kuat baca cerita bunuh-bunuhan silahkan baca. yang ga kuat ga usah baca. tapi adegannya gak parah-parah banget kok. Disini jaejoong umurnya 20 tahun, taemin 17 tahun. OK??? let’s reading!! ^^

DONT BE A SILENT READERS!!!

COMMENT AND LIKE!!!

Normal PoV

Setelah mereka semua selesai dari Lotte Park, mereka pun pulang ke rumah dengan perasaan senang, namun tidak dengan Taemin.

Badannya lemas melihat kedekatan hyung angkatnya dengan appa dan omma angkatnya.

“Taemin. Apa kau bahagia hari ini nak?” Tanya omma nya, ” Ne Omma” Taemin membalas dengan suara lirih dan senyum seadanya, tidak dipungkiri, Taemin iri terhadap hyung angkatnya.

Akhirnya, mereka sampai dirumah tengah malam. Jaejoong dan Taemin beranjak ke kamar mereka masing-masing untuk tidur, sedangkan appa dan omma mereka pun ke kamar tidur mereka…

Ketika semua terlelap….

Someone PoV

Hahahaha.. Akan kuakhiri semua ini malam ini juga.

Kusiapkan pisau tajam milikku, sarung tangan, dan alkohol, serta saputangan dan obat bius.

Akan kubalaskan dendamku selama ini..

Kulangkahkan kakiku perlahan-lahan. Berjalan sepelan mungkin. Hanya sayup-sayup bunyi terpaan angin diluar yang ku dengar.

Dengan sedikit berjingkat akhirnya aku pun sampai ke kamar target ku.

Kucoba membuka pintu kamarnya, HAH??!! Tak Terkunci!! Orang pabo, tapi tak apa, ini malah mempermudah melancarkan aksiku. I’m very lucky..

Dasar manusia-manusia bodoh.

Kutatap kedua target ku itu, dengan tatapan kebencian aku pun memakai sarung tangan ku dan ku rogoh sapu tangan dari kantung bajuku. Sapu tangan itu sudah kuberi obat bius, langsung saja ku arahkan pada mereka berdua..

Mereka sempat meronta, tapi akhirnya akulah yang menang!

Ku keluarkan pisau tajam tadi, dan kuarahkan ke tubuh tua target keduaku, kutancapkan pisau itu ke perutnya, darah segar mengenai pipiku. Aku tertawa kecil menikmati pemandangan tersebut, dan kemudian beralih ke target utama ku, kulihat wajah tua pria malang itu.

“Huh. Are you remember me sir? It’s show time! You are LOSER sir!! Bye for forever”, dengan kejam. kutusukkan pisau itu ke perut orang tersebut sebanyak 3 kali. Darah segar mengenai pipiku. “Ini setimpal untuk perbuatanmu dulu TUAN dan NYONYA KIM yang terhormat!” Aku berkata sendiri sambil melihat kedua jasad didepanku, kulihat perut mereka berdua sudah tak beraturan lagi bentuknya, hahahaha..

Setelah urusanku selesai, ku lap pisau ku dengan alkohol, kemudian ku bakar sapu tangan tadi, dengan cara ini tak ada yang mengetahui jejakku.

Taemin PoV

“Ah…. Mulai lagi kan! Insomnia ku kambuh. Huh…” Aku terbangun dari tempat tidurku, kulihat jam weker di meja kamarku, 00.15 A.M.

Akhirnya kuputuskan untuk ke dapur mengambil minuman..

Saat kuturuni tangga, seperti ada sesuatu bayangan hitam di dekat jendela.. Maling kah?? ah tidak.. Paling hanya kucing.

Akhirnya aku sampai di dapur.. Hhhh segarnya air dingin ini.. Setelah selesai minum aku pun kembali ke kamarku.

IN THE MORNING

=============================================================

(Still Taemin PoV)

“Hhhoaam… Sudah pagi” Ku renggangkan otot-otot tanganku ini, kemudian menuruni anak tangga ke dapur.

“Ah! lebih baik aku siapkan buah untuk appa dan omma! Ya ide bagus!” Ucapku, kemudian aku pun beranjak ke dapur untuk mengambil buah, ku taruh buah apel ke piring, kemudian ku ambil pisau. Setelah siap, aku membawa piring berisi buah dan pisau ke kamar Appa dan Omma. “tok tok tok” ku ketuk pintu kamar mereka, “loh? Kok tak ada yang membalas??”, kuketuk sekali lagi, tetap sama. Akhirnya aku pun masuk ke kamar Appa dan Omma.

Dan….

Seketika, piring buah dan pisau yang kupegang tadi terjatuh setelah melihat pemandangan didepanku. OMO!!! APPA OMMA!!!! Mengapa??? Ottokhe??? Me.. me.. mereka… mengapa bersimbah darah???.

Ku langkahkan kakiku ke tempat tidur mereka, kupegang jasad appa, Ya Tuhan.. Siapa yang tega melakukan ini semua??? “Hiks.. Hiks.. Appa.. Omma!! hiks” Tak terasa, butiran air bening terjatuh dipipiku.. Appa dan Omma telah tiada.. “hiksss.. Appa.. Omma” Isakku..

Jaejoong PoV

“Aduh.. Kok ada suara-suara tangisan sih? Siapa yang menangis sih? Haduh ganggu saja” Kataku sambil masih menggeliat di kasur..

Akhirnya karena suara isakkan itu makin jelas, kulangkahkan kakiku ke lantai bawah rumah.

“Ada apa sih?” kataku bertanya-tanya.

Ternyata suara nya berasal dari kamar appa dan omma.

Ketika aku masuk, kudapati taemin dengan tangan berlumuran darah. Mataku beralih ke appa dan omma yang ikut bersimbah darah, namun perut mereka??

OMO!!! apa yang terjadi???

“Taemin apa yang terjadi!!!!! Kenapa appa dan omma begini? hah??” Kataku emosi. Ku lihat Taemin menundukkan kepalanya. Ku alihkan pandanganku ke sekitar kamar.

Hey! ada pisau!!! Apa-apaan ini??? Taemin membunuh appa dan omma??

Tak kusadari pipiku basah karena airmata mengalir deras dari mataku.. Kutatap Taemin dengan nanar..

“Taemin. Kau kah yang membunuh appa dan omma hah????” Kataku pelan, “Ani hyung bukan aku! Hiks” katanya masih tertunduk.

“Jawab yang jujur!! kau kah??? Ha????”, “ani hyung hiks hiks” katanya.

“Damn!!! Kau masih mau mengelak?? lihat tanganmu berlumuran darah. Disana ada pisau!! Dan kau yang pertama kali disini!!” Kataku sambil menarik kerah baju Taemin.

“Andwae Hyung.. benaran bukan aku hiks hiks” Katanya semakin terisak.

“ah!! Bullshit! Damn.. Anak tak tahu terimakasih! Kenapa kau tega taemin? Hah?? Tidak cukupkah kasih sayang appa dan omma selama ini??” Kataku masih menangis

“Ani hyung. benar aku jujur bukan aku hiks”

“Bohong!! Kau harus membayar semua ini Taemin!! Mulai sekarang kau tidak kuanggap adikku! kau harus mati!!!” Kataku berteriak.

“Ampun hyung ampun!! Bukan aku.. hiks hiks” Kata taemin dengan suara lirih.

Ku ambil handphone ku dan menelpon polisi, untuk menjebloskan taemin ke penjara. Sambil masih menangis, ku tatap nanar appa dan omma yang sudah tak bernyawa itu..

‘Appa Omma.. Taemin telah membunuh kalian. Akan kupastikan dia menyesal. Taemin harus membayar semuanya. Hiks’ kataku dalam hati.

“Pak.. Tolong ke jalan, Silver street nomor 12 b. Ada kesengajaan pembunuhan disini. Gamsahamnida” Kututup telpon ku tadi dan menunggu polisi datang.

“Tamat kau Taemin..” kataku sambil mendorong kepala Taemin kasar.

“Hyung.. Hiks.. percaya padaku.. bukan aku hyung.. hiks” Ku dengar Taemin berbicara pelan.

Aku tak percaya padanya lagi. Tuhan, Aku tidak tahu apakah dapat memaafkan adikku ini. Damn!

Normal PoV

Tak lama, polisi datang ke rumah Jaejoong. Suasana mencekam. Beberapa polisi mengidentifikasi mayat appa dan omma jaejjong..

Cap tangan taemin pun ditemukan di jasad appa Jaejoong. Dan itu memperkuat bukti Taemin lah yang bersalah.

Akhirnya Taemin pun dibawa ke kantor polisi untuk ditahan.

“Hyung~ Tolong aku.. Maaf.. Tapi bukan aku hyung~” Kata Taemin dalam keadaan tangan di borgol.

“aku tak percaya padamu. Aku kira kau anak yang baik dan manis. Ternyata tidak. Penjara adalah tempat yang pantas untukmu” Jaejjong berkata lirih sambil menundukkan kepalanya.

2 weeks later

=============================================================

Jaejoong.. Kini dia hidup sendiri.. Taemin dipenjara… Appa dan ommanya telah tiada.

Hatinya sakit.. Disatu sisi ia sakit hati dan tak terima appa dan ommanya dibunuh taemin.. disatu sisi lagi, Jaejoong sayang terhadap taemin. Tapi semua itu lenyap karena kejadian taemin membunuh appa dan omma nya..

Sekarang rasa sayang itu…

Perlahan-lahan

Sudah berubah menjadi…

Kebencian yang amat dalam…

Hati Jaejoong kini penuh dengan kegelapan… Kebencian.. Dan balas dendam……

-TBC-

Hiyaaaaaaa!!! Akhirnya Part 2 nya udah dipost ^^.

Udah panjang kan???

Ayo-ayo komentar dan likenya ya. Maaf klo bunuh-bunuhannya kurang sesuai harapan. hehehe *blom pengalaman*.

Mohon kritik dan sarannya.

Dilarang nge bash tapi ya..

Adakah yang penasaran?

Siapa si “someone pov itu??”. apa yang terjadi sama jaejoong selanjutnya?, yang terjadi dengan taemin selanjutnya?

Nantikan di Group ini xD.

Gomawo…

See ya at part 3!!! ^^

NB: Buat para readers.. Adegan bunuh-bunuhan diatas jangan ditiru ya. Ini hanya untuk keperluan FF. Ok??

Terus kata2 kasar di FF nya jangan ditiru juga ya? ini cuma buat ff loh…

Author cuma mau ingetin aja sih hehehe ^^.

KILLER J

Posted on

AUTHOR : Vanessa Echa

MAIN CAST : KIM JAEJOONG

LEE TAEMIN

SUPPOORT CAST : CHOI HYE MI

TUAN DAN NYONYA KIM

RATING : PG 13 (di part ini Belum ada adegan bunuh-bunuhannya ya ^^)

GENRE : THRILLER, DARK, ON GOING

NB : sebenernya ff ini terinspirasi dari CF majalah elle yang dibintangin jaejoong xD. yang kuat baca cerita bunuh-bunuhan silahkan baca. yang ga kuat ga usah baca. tapi adegannya gak parah-parah banget kok. Disini jaejoong umurnya 20 tahun, taemin 17 tahun. OK??? let’s reading!! ^^

DONT BE A SILENT READERS!!!

COMMENT AND LIKE!!!

Langit cerah menghiasi kota Seoul di pagi itu. Matahari bersinar terang tampak seperti tersenyum riang menyambut berjuta-juta manusia di Seoul di pagi hari yang ingin memulai aktifitas mereka.

Disuatu rumah yang cukup besar, ada sebuah keluarga dengan sepasang orang tua dan dua anak. Anak yang pertama bernama Kim JaeJoong, dan anak kedua bernama Lee Taemin.

Mengapa marga mereka berdua berbeda??

Jaejoong adalah anak tunggal, orangtuanya pun merasa kalau Jaejoong kesepian kalau hanya sendiri. Maka dari itu, orang tua Jaejoong pun memilih untuk mengadopsi seorang anak laki-laki berwajah imut dan bersahabat dari panti asuhan yang bernama, Lee Taemin. Taemin meminta agar marganya tidak diubah karena dia ingin mengingat orang tuanya dulu, walaupun dulu orangtua Taemin sering menyiksanya, tapi Taemin tetap menghormati kedua orangtua kandungnya.

“Jaejoong~, Taemin~!! Ayo kalian siap-siap. Kita akan pergi jalan-jalan bersama hari ini ke Lotte park” teriak nyonya Kim pada kedua anaknya yang sedang bermain Play Station dikamar mereka.

“Ne omma!! Sebentar lagi.. Lagi tanggung nih, sebentar lagi Jae hyun akan kalah!” Balas Taemin sambil tetap serius berkutat dengan tombol-tombol di JoyStick PS dan sambil memandang game Warcraft di TV.

“Eh… Ani!! Hyung yang akan menang dong!” Balas Jaejoong, ” Ya! Ya!! Kena Kau!! Mati mati!!! Yeahhhh.. Tuh kan, Hyung yang menang hahahaha” sorak Jaejoong bahagia. Taemin yang kesal karena gagal melawan hyung nya pun membanting joystick PS ke lantai dan kemudian memasang wajah datar.

‘Tch.. Awas kau hyung. Lain kali aku pasti menang’ Kata Taemin dalam hati.

“ayo semua kajja!! kita pergi” Terdengar suara Tuan Kim dari lantai bawah. “Ne appa” kata Jaejoong dan Taemin bersamaan.

Kemudian mereka semua pun berangkat menuju Lotte Park.

Disana mereka semua bergembira, namun tampaknya tidak dengan Taemin.

Taemin PoV

Argh! Sial aku kalah lagi dengan Jae Hyung. Huh.. Aku makin kesal pada hyung angkat ku itu. Walau hanya sebuah game, tapi itu sudah berkali-kali dia yang selalu menang. Tapi yasudahlah, hari ini aku, Jae hyung, appa dan omma angkatku pergi ke Lotte Park untuk bersenang-senang. Ah… Jadi teringat masa kecilku. Tapi masa kecilku gelap dan suram, appa ku sering memukuliku, omma ku pun sering mabuk-mabukkan. Tapi dengan begitu, itu membuatku menjadi anak yang tegar dan kuat. Akhirnya dulu kuputuskan untuk lari dari rumah, dan mencari keluarga baru yang mau merawatku dengan layak.

Untungnya ada tuan dan nyonya Kim yang mengangkatu, aku juga dapat seorang hyung, Jaejoong hyung. Aku pun berusaha baik pada mereka. Aku beruntung menjadi bagian baru keluarga mereka.

“Jaejoong, Taemin ayo makan dulu. Tadi omma sudah menyiapkan dari rumah loh!” kata Omma ketika aku dan Jaejoong Hyung sedang mengobrol.

“Ne omma”kataku dan Jae hyung bersamaan.

“nah, ayo kita makan” kata appa bersemangat. Kami pun makan diatas tikar di tempat rerumputan yang sudah disiapkan untuk piknik disana.

“uhm… Mashita!!(Lezat)” Kata Jae Hyung

“omma.. enak sekali” kataku

“gomawo chagiya, ayo kalian tambah lagi ya” kata omma sambil tersenyum pada kami berdua.

“Ah.. Sudah kenyang.. Hmm.. Bagaimana kalau aku bernyanyi saja?” Tawar Jae Hyung setelah dia selesai makan.

“Wah.. Ide bagus Jae! Suaramu kan bagus. Ayo bernyanyilah” Appa menyambung.

Kemudian Jae hyung mengambil gitar, dan mulai bernyanyi. Appa dan Omma terlihat sangat menikmati lagu yang dibawakan Jae hyung, namun aku hanya banyak diam saja dengan tatapan kosong.

Hhh.. Ya begitulah. Jae hyung selalu dibanggakan appa dan omma. Tapi memang kuakui suara Jae hyung bagus. Jae hyung pun sangat bertalenta dibandingkan denganku yang hanya biasa-biasa saja. Jae hyung pintar bermain Drum, Gitar, Biola, Piano, Saxophone, dan juga Vokal. Sedangkan aku hanya piano saja. Kuakui aku iri pada hyung ku itu!

Ya memang nasib anak angkat. hhhh..

-TBC-

 

Annyeong! 😀