RSS Feed

New Look Today part II

Posted on

The model style

Image

Nerd style but still cool

Image

Shopping to Mall style ^^

Image

Airport fashion style

Image

 

This style is full PURE made by me! I use looklet.com for design this style, dont copycat. Thanks xoxo -VCS- ^^

NEW LOOK TODAY

Posted on

Image

The Red Carpet Style made by me from Looklet.com ^^

Try for the Harajuku Style made by me ^^

Image

Cute style xoxo

Image

Thanks for read ^o^

NEW LOOK! (AGAIN)

Posted on

The new style made by me ^^. Just explore my imagination, mix and match all of colors

1. Theme: Fresh and colorful..

Image

2. Theme: Old, classic, vintage(?)

Image

3. Theme: Simple but cool. For summer ^^

Image

4. Theme: Rock the party~! Elegant dress.

Image

5. Theme: Chic, cool. Just mix and match the colors, and then, the results is….

Image

 

If u want to design ur own style. Just visit looklet.com ^^

New Look ^^

Posted on

ImageImageImageImage

My New Look. Just want to explore my imagination to create a new look ^^

My Looklet Design

Posted on

Image

ImageImage

Killer J Part 4

Posted on

Author : Vanessa Echa

Cast : Kim Jaejoong, Lee Taemin

Support Cast : Choi Hye mi, and 1 cast(find in this part)

RATING : PG 15

GENRE : THRILLER, DARK, ON GOING

Annyeong~.

Ini Adalah sambungan dari FF killer J ku ya.

Smoga blom pada lupa sm critanya xD. Mian lama banget baru ngupdate (_ _)

Before

============================================================

Jaejoong melangkah dan duduk keatas kursi bar, dan memesan minuman.

“Whiskey satu sloki” Katanya ke bartender laki-laki yang masih kelihatan muda.

Tak lama, sang bartender menyerahkan pesanan jaejoong.

Ternyata, dari kejauhan Storm mengikuti Jaejoong.

“Tuan. Sudah cukup. Anda sudah mabuk”Kata bartender itu

“hah? apa katamu? Aku benci kau lee taemin!!”Jaejoong berkata melantur dengan keras.

“Mian.. Mianhae. Dia temanku.. Maaf, dia sedang stress akhir-akhir ini. AKu akan membawanya pulang. Ini uangnya. Gomawo”Storm pun muncul, dan menyerahkan sejumlah uang ke bartender itu dan membawa jaejoong keluar bar.

“siapa kau hah?? Aku benci kau lee taemin!!” Jaejoong meracau tak jelas di mobil nya. Storm membawa jaejoong pulang dengan mobil jaejoong. Tentunya, Storm yang menyetir.

Storm hanya bisa diam sambil sesekali melihat ke arah jaejoong. Matanya sayu, sangat menyedihkan.

“Kasihan sekali dia. Tapi.. Aku harus membunuhnya” Storm berbicara kecil.

============================================================

Storm memarkirkan mobil Jaejoong di garasi. Storm turun, kemudian membopoh tubuh Jaejoong kekamar Jaejoong.

“Ugh.. Akhirnya sampai”Storm merebahkan badan Jaejoong ke tempat tidur. Storm mengganti pakaian Jaejoong, dan menyelimuti Jaejoong dengan selimut.

Tak terasa sudah larut malam, Storm pun akhirnya tertidur di sofa yang ada di sisi ujung kamar Jaejoong.

============================================================

Jaejoong PoV

Sinar matahari yang berasal dari celah-celah jendela kamarku mengusik tidur lelapku.

Kubuka mataku perlahan-lahan dan mengusapnya. Lama-kelamaan pandanganku makin jelas, dan kulihat sesosok wanita sedang tertidur di sofa kamarku.

Hey! Siapa dia?? Kuingat-ingat kembali kejadian semalam. Apa mungkin dia gadis yang kemarin di bar itu ya? Mau apa dia disini? Apakah dia yang mengantarku pulang?. Dibenakku kini sudah muncul banyak pertanyaan.

Pakaianku juga sudah berganti. Apa gadis ini yang menggantinya juga?.

Akhirnya aku bangun dari tempat tidurku, kepalaku masih sedikit terasa pusing dan berat. Aku berjalan mendekati gadis asing ini. Kutatap dari atas sampai bawah.

Dari pakaiannya, sepertinya dia orang misterius. Dia memakai topi fedora hitam, kaus coklat dipadukan dengan blazer hitam dan celana jeans biru ketat. Namun dilihat dari wajahnya, kuakui dia cantik.

‘drrtt ddrrtt’

Terdengar olehku suara getaran HP disaku jas perempuan aneh ini, aku pun mencoba mengambil handphone nya.

Sebuah flash animasi muncul ketika aku membuka flap HP ini

‘Annyeong Choi HyeMi :D’

Jadi namanya Choi Hye Mi?.

‘One New Message’

‘KLIK!’

‘From: Boss

HyeMi-ah, bagaimana? Apa kau sudah membunuh anak laki-laki itu? Lenyapkan Jaejoong segera, berhati-hatilah, aku tak mau sampai ada bukti sekecil apapun! Arraso?’

DEG!

Oh My… Jadi.. Gadis ini pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuhku?Sial! Siapa dia?.

Aku menuju ke dapur, mengambil sebuah benda tajam disana, berjaga-jaga jika orang di hadapanku ini bertindak macam-macam terhadapku.

“Hei.. Hei.. Get up!” Aku menyentuh kaki gadis ini dengan kakiku dengan hati-hati.

“Umm..”Gadis itu menggeliat sebentar kemudian mengusap-usap matanya yang masih belum benar-benar bangun.

“Mwo? Jaejoong? Kau sudah bangun?” Katanya

“Ya. Dan kau! Siapa kau? Pembunuh bayaran? Cih”

“Mmm.. Mwo? Dari mana kau tahu?” Mata gadis itu terbelalak, aku mulai menunjukkan ujung pisau yang ku ambil tadi kearah HyeMi, gadis itu.

“Tidak peduli darimana aku tahu! Sekarang katakan siapa Boss mu itu hah?! Kau mau macam-macam denganku?” Jaejoong mulai menyunggingkan evil smirknya (author pingsan #plak)

Hye Mi PoV

Oh tidak, dia sudah mengetahuinya, bagaimana ini?

Ku tatap setiap gesture tubuh Jaejoong yang mulai mendekat dengan pisau ditangannya, aku mengerti bahasa tubuhnya, ia ragu untuk membunuhku.

Sorot matanya menunjukkan kebencian, tapi juga kerapuhan dan sakit yang amat dalam.

“Stop! Jangan lakukan hal gila!” Aku pun berdiri kemudian menangkap tangan Jaejoong dan menarik tangannya nya kebelakang kemudian langsung mengambil pisau itu. Good job Hye Mi, ini posisi aman.

“Jangan lakukan hal bodoh Kim Jaejoong, aku lebih pintar darimu asal kau tahu” Aku tersenyum sinis

“Katakan sebenarnya apa yang kau mau hah?” Jaejoong mencoba melepaskan tubuhnya.

“Something secret” Aku mengeratkan kembali tarikan tangannya, mengunci tubuhnya agar tidak bisa bergerak.

“Lepaskan aku, jangan macam-macam!””

“Sayang sekali, aku tidak bisa dengan mudah melepaskanmu, ini sudah tugasku”Aku mengambil lakban di kantung jaketku dan langsung melilitkannya di tangan Jaejoong.

“Hey, lepaskan!! Lepas!!! Tolong!!”

“Percuma saja kau berteriak-teriak tidak akan ada yang menolongmu, lingkungan disini sepi”

“Sh*t!” Jaejoong menendang kakiku, “awwhh kau sudah coba-coba bermain denganku hah? Kalau itu maumu, it’s okay” aku mengambil revolver di kantung kanan celana jeansku, menggenggam erat pistol itu dan mengarahkannya kearah Jaejoong, he’s want play with Choi Hye Mi , huh.

Jaejoong PoV

Aku terkesiap, wanita ini mengarahkan revolver kearah tubuhku, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?.

“Masih ingin melawan tuan Kim Jaejoong?” Dia menunjukkan smirknya

Aku terdiam, jari-jarinya mulai menyentuh pelatuk revolver.

“Sepertinya aku hanya bisa berharap pada keajaiban, tapi mungkin mati adalah jalan terbaik, toh hidupku sudah tidak berguna lagi sekarang, hidupku berantakan, orangtuaku sudah meninggal dan yang lebih parahnya adikku sendiri yang membunuh mereka, jadi, jika kau ingin membunuhku, bunuh saja aku, aku tidak dibutuhkan didunia, mungkin mati bisa membuatku lebih baik, bisa bertemu dengan kedua orangtuaku yang sangat kucintai. Jadi jika Boss mu itu mengharapkan aku mati, bunuh saja aku, ayo bunuh saja. Mungkin memang sudah takdirku mati ditangan seorang pembunuh bayaran” ucapku lirih.

Aku menunduk, mengamati lantai dingin yang sedang aku duduki sekarang, butir-butir air bening perlahan jatuh dari mataku, aku tidak sanggup menahan ini semua, hidupku hancur.

‘Bruk’ Terdengar suara benda terjatuh, aku menatap kearah suara itu, revolver itu jatuh, dia tidak membunuhku?.

“Wae? Kenapa kau tidak membunuhku? Itu tujuanmu kan? Dibayar untuk membunuhku, ayo bunuh saja aku! Apa lagi yang kau tunggu?!” Ucapku dingin.

Dia diam, aku menatapnya, dia menunduk, kemudian terjatuh kelantai dan menutup wajahnya dengan tangannya.

“Mmm… Mi.. Mian”Katanya dengan suara terisak.

“Kenapa kau minta maaf?”

“A… Aku merasa bersalah, seharusnya aku tidak mengambil pekerjaan ini, maafkan aku, aku tidak tahu beban hidupmu seberat ini, kisahmu hampir sama sepertiku, orangtuaku dibunuh seseorang yang tak kuketahui, aku sangat terpuruk waktu itu, Bossku menemukanku ketika aku ingin bunuh diri, dia menawarkanku pekerjaan ini, sampai akhirnya aku memilih pekerjaan berdosa ini. Mian, mianhe”Dia, Hyemi, semakin terisak, setetes air bening perlahan jatuh ke lantai, dia menangis?.

“Hey, jadi ini sifatmu sebenarnya? Pembunuh bayaran yang terlihat kuat diluar, tetapi lemah didalam? Hahahaha, apa Bossmu tak salah mempekerjakan kau?””Kataku menghina.

“Kau boleh saja menghinaku sepuasnya, bagaimanapun aku masih manusia yang punya hati dan perasaan. Mungkin aku memang terlalu kejam sudah membunuh orang-orang, tapi, ketika mendapat tugas untuk membunuhmu, apa aku langsung membunuhmu? Tidak! Ketika melihatmu, aku merasa kau itu sangat rapuh, dan kesepian, terlebih ketika mendengar kisah hidupmu yang sama sepertiku. Otak dan hatiku berbeda, mungkin otakku berkata agar membunuhmu untuk mendapatkan uang banyak, tapi hatiku mengatakan sebaliknya.” Katanya lirih, perlahan ia mengusap airmatanya dengan punggung tangannya, kemudian menatapku.

Aku kembali terdiam, bertanya-tanya dalam hati dan fikiranku,

Apa aku masih bisa beruntung didunia ini?

Apa aku masih punya harapan dan alasan untuk hidup?

Aku baru saja terselamatkan dari pembunuhan, apakah Tuhan masih melindungiku?.

Lama aku berfikir, aku pun kembali tersadar, “Umm.. Sudahlah, bisakah kau melepaskan ikatan ini?”Tanyaku.

“Oooh. Tentu saja, aku akan melepaskannya”Katanya kemudian beranjak kearahku dan melepaskan lakban ini.

Hyemi PoV

“Sudah kulepaskan”Kataku.

“Gomawo”

“Ne”

“Umm.. Hyemi, terimakasih, terimakasih untuk semuanya”Jaejoong berkata kembali.

Setelah mendengar ucapannya, aku berjalan memunggunginya, dengan tatapan kosong.

Bagaimana nasibku selanjutnya? Mungkin riwayatku akan tamat ditangan Lee Donghae karena gagal membunuh Jaejoong tapi, tidak apa-apa, nyawanya lebih berharga ketimbang diriku yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi, dia masih mempunya adik, adiknya yang sebenarnya tidak bersalah dalam kasus pembunuhan kedua orangtua mereka. Ya, dia Lee Taemin.

“Hyemi?”

“Ya?” Aku membalikkan tubuhku kearahnya.

“Kau bisa tinggal disini sementara”Katanya, kulihat bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.

“Oh.. Ne… Gomawo”.

Normal PoV

‘klik’ ‘klik’ Jaejoong memencet tombol channel TV berkali-kali sambil menatap layar TV dengan tatapan kosong, seakan tak ada acara yang menarik baginya.

“Arrgghh”Jaejoong meringis kecil, kepalanya pusing, sekelebat bayangan Taemin dan kejadian terbunuhnya kedua orangtuanya muncul difikirannya, seperti sebuah potongan-potongan film yang terus berputar tanpa henti.

Ia bergumam kecil,

“Aku ingin membunuhnya, Lee Taemin, aku ingin membunuhmu”Jaejoong meremas remote TV, dan kemudian membantingnya.

‘BRAK!’ Remote TV terbanting cukup kencang sehingga menimbulkan bunyi yang keras.

“Ada apa?” Hyemi keluar dari kamarnya dan menghampiri Jaejoong.

“AKU BENCI LEE TAEMIN!!” Jaejoong berdiri dari duduknya, menatap Hyemi dengan tatapan amarah yang sangat mendalam, dia masih belum bisa terima orangtuanya meninggal.

“Hey hey, calm down Jaejoong, masalah tidak akan bisa selesai kalau dengan amarah. Tenangkan dirimu, aku tahu kau belum bisa terima tentang kematian orangtuamu, tapi jangan sampai terpuruk begini, kau masih punya kehidupan”Kata Hyemi menenangkan Jaejoong.

Nafas Jaejoong perlahan menenang, sorot matanya berubah sedih.

“Aku akan membiarkanmu sendiri dulu, tenangkan dirimu”Hyemi berkata kembali.

Jaejoong diam, menatap langit-langit ruang tamu dengan tatapan sedih.

Hyemi membalikkan tubuhnya, berniat kembali ke kamarnya.

“Umm. Jaejoong?” Hyemi berhenti berjalan, tetap dalam posisi memunggungi Jaejoong.

“Ne?” Balas Jaejoong lirih.

“Kau tidak seharusnya menyalahkan adikmu dalam kasus pembunuhan kedua orangtuamu itu, percayalah padaku” Hyemi melanjutkan kata-katanya, kemudian menunduk, dan berjalan kembali kekamarnya.

Jaejoong perlahan menatap punggung Hyemi yang lama-lama menghilang dibalik pintu kamarnya dengan mata terbelalak tak percaya.

‘Taemin? Tak Bersalah? Bagaimana Hyemi tau? Aku harus mecari tahu nya!’ Fikir Jaejoong dalam hati.

TBC

Summary part 5(END):

Jaejoong sudah mengetahui semuanya tentang kejadian pembunuhan orangtuanya.

Hyemi ditahan Lee Donghae.

Taemin dibebaskan dari penjara.

Hyemi akhirnya mengetahui kisah ‘terselubung’ dalam hidupnya yang selama ini tidak ia ketahui.

Ok part 4 Killer J yang kujanjikan udah selesai ditambah summary part 5 nya, FF ini akan berakhir di part 5, semoga pada suka endnya, maaf kalau author lama banget ngupdate kelanjutan FF ini karna kesibukkan author sebagai siswa kelas 9 #plak, maaf juga kalau FFnya makin lama kurang menarik dan mungkin terkesan ‘nggak nyambung’ apalagi sama judulnya, tapi aku harap kalian semua suka dan blom lupa sama ceritanya.

Hargai usahaku, please dont bash and give ur comment and nice critics+Like.

See ya in part 5!.

LAST GIFT

Posted on

AUTHOR             : Lee Sung Hee/@vanessaaecha

GENRE                : Angst, Little bit comedy

RATING               : PG

CAST                   : Kim Hyorin(ELF), all Super Junior members, Tuan&Nyonya Kim, Kwon Nara, Jung                            ahjumma, Dr. Lee.

LENGTH               :  3.022 words

 

THIS FF IS MADE BY ME

TYPO MAYBE DETECTED(?), ALUR KECEPETAN Mian (_ _)

DONT BASH, DONT COPYCAT. HAPPY READING ^^

 

 

10 April 2012

 

“Nona muda, sekarang waktunya minum obat” ujar seorang wanita paruh baya yang rambutnya sudah mulai memutih dengan sebuah nampan ditangannya yang diatasnya ada segelas air dan berbagai macam obat-obatan, Jung ahjumma.

“Andwae, aku tidak mau ahjumma” sahut si nona muda itu, Kim Hyorin, yang sedang duduk di kursi roda terlihat asyik menulis di bukunya,

“Tapi, nona harus minum obat ini dengan teratur, kalau tidak…”, belum sempat ahjumma itu melanjutkan kalimatnya, Hyorin sudah mendahuluinya “Eommaku akan marah, dan penyakitku kambuh dan tambah parah, bukan begitu? Aku tidak apa-apa ahjumma, sekarang aku hanya ingin sendiri”, “Tapi aku ingin satu hal, tolong ambilkan iPod diatas ranjangku” lanjut Hyorin,

“Ah ne, arraso” kata ahjumma itu.

“Ini iPodnya nona muda”

“Ne, Gomawo. Sekarang ahjumma boleh keluar dari kamarku”.

 

Hyorin PoV

Aku mendorong kursi rodaku ke balkon kamarku untuk mencari udara segar, sudah lama aku tidak merasakan udara segar karena 2 bulan yang lalu aku masuk kerumah sakit, karena penyakitku.

“Haaahh.. Segarnya” Aku menarik nafas dalam sambil memejamkan mataku, merasakan sejuknya angin yang berhembus.

Aku memasang headset dan kemudian mendengar lagu favoritku,

 

‘Now Playing, Super Junior-Marry You’

 

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do), nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do), nuhreul jikyuhjulge (My love). Ah, aku rindu sekali lagu ini” Ujarku sambil menyanyikan lirik marry you.

Aku pun beralih mengambil buku yang sedari tadi kupegang, buku ini yang sudah menemaniku sejak 3 tahun lalu sampai sekarang. Di covernya, ada fotoku bersama barang-barang koleksi Super Junior ku, di halaman pertama sampai 15 ada profile dan foto-foto member Suju, dan halaman berikutnya ada perjalanan karier Suju, kemudian dilanjutkan dengan kumpulan puisiku. Aku memang penggemar Suju, ya, aku seorang ELF, mereka lah yang selama ini membuat hari-hariku ceria, dan bersemangat, walau dengan kondisiku yang seperti ini. Aku sudah sakit parah sejak 3 tahun yang lalu, tapi bagaimanapun aku harus bisa bertahan, setidaknya, sampai aku bisa bertemu mereka, Super Junior.

Aku mendorong kursi rodaku kedalam kamar, kemudian perlahan merebahkan tubuhku diatas ranjang king size ku,

 

‘Drrt drttt’ ‘One New Message’

 

From : Nara ♥

Hyorin-a~, aku baru saja membuka situs SJ tadi, dan kau tahu? Mereka akan konser disini tanggal 15 April! Kyaaa >.<.>

 

‘Suju akan kesini? Tapi…’ Ujarku dalam hati

 

‘To : Nara ♥

Jeongmal? Tapi, ah molla, aku mungkin tidak akan bisa kesana, kau tahu sendiri bagaimana Appa dan Eommaku yang overprotektif, ditambah dengan kondisiku ini :C’

 

‘From : Nara ♥

Jangan putus asa KIM HYORIN~! Kau harus berusaha, demi SJ! Kau pasti bisa Hyorin-a, FIGHTING~! ^o^ ㅋㅋ’

 

Aku tersenyum kecil membaca SMS terakhir Nara, sahabat dekatku sejak kecil, “Ya pasti aku bisa, aku harus berusaha demi mereka” Aku mengepalkan tanganku dengan bersemangat.

 

Another Place in SJ’s Dorm

 

“Hyung~ jadwal kita apa saja?” tanya Donghae.

“Hmm, kita ada show di Incheon tanggal 15 April, kemudian tanggal 28-29 April di Jakarta” jawab Leeteuk.

“Lalu, rencana kita apa untuk show disana nanti?” lanjut Donghae.

“Ya, seperti biasanya, kita harus mengutamakan agar ELF terhibur, senang, dan puas nanti” kata Leeteuk.

“Bagaimana kalau aku memakai kostum telur nanti? Pasti akan menarik~” timpal Kyuhyun.

“Mwo?! Avamu saja telur dari dulu, dan sekarang kau ingin memakai kostum telur saat show? Yang ada para ELFs bosan melihat telurmu itu” ujar Donghae.

“Biar saja mereka bosan dengan telurku, yang penting mereka tidak bosan melihat ketampanan dan suara merduku” kata Kyuhyun dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

“Aisshh, kau ini” Donghae dan member lain pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah Kyuhyun.

“Sebaiknya mulai sekarang aku mendesain kostum telur, pasti menarik!” tambah Kyuhyun yang kemudian menghilang ke kamarnya dan Sungmin.

 

Author PoV

 

Jung Ahjumma berjalan di lorong ruang tamu bernuansa eropa yang kental dan banyak pilar besar disana-sini, dengan sebuah nampan berisi makanan dan beberapa obat-obatan. Jung ahjumma menaikki tangga menuju lantai atas, ke kamar Hyorin.

Sampai didepan pintu besar bercat putih dengan desain ala eropa, yaitu pintu kamar Hyorin, Jung ahjumma pun mengetuk pintu.

 

‘Tok Tok Tok’ Jung ahjumma mengetuk pintu kamar Hyorin, tapi tidak ada balasan.

 

‘Tok Tok Tok’ Jung ahjumma kembali mengetuk, tetapi tak ada sahutan lagi.

 

“Nona muda, sekarang sudah malam, waktunya nona muda makan malam” Ujar Jung ahjumma, tetapi lagi-lagi tidak ada suara dari Hyorin.

“Nona muda apa masih tidur? Biasanya dia langsung menjawab, sebaiknya aku coba masuk kamarnya” raut wajah Jung ahjumma terlihat bingung, kemudian ia pun membuka pintu kamar Hyorin, dan melihat Hyorin yang masih terbaring di ranjangnya.

“Nona Muda, ayo bangun, saatnya makan malam” Jung ahjumma menepuk pelan lengan Hyorin, tetapi tak ada reaksi sama sekali.

“Kenapa wajahnya pucat? Astaga! Tubuh nona muda panas sekali, aku harus segera menelepon Dokter Lee!” dengan cepat, Jung ahjumma menelepon Dokter Lee menggunakan HP Hyorin, dan tak lupa menelepon Nyonya dan Tuan Kim.

 

—————————————————————————————————————————

 

“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya wanita paruh baya, yang terlihat masih cantik walau umurnya sudah sekitar empat puluhan bertanya pada Dokter Lee.

“Nyonya Kim, Hyorin harus segera dirawat intensif di rumah sakit hari ini juga. Dan satu hal, apa Hyorin teratur minum obat yang ku berikan?” Jawab Dokter Lee.

Nyonya Kim menoleh kearah Jung ahjumma yang terlihat gusar, meminta jawaban.

“Ah.. Nona muda, memang tadi pagi dan siang menolak untuk minum obat sehabis makan, dia tetap menolak walaupun sudah kupaksa” Ujar Jung ahjumma.

“Pantas saja, obat itu harus diberikan pada Hyorin secara teratur, kalau tidak ya, kondisinya akan seperti ini, dan tambah parah. Sekarang Hyorin harus dibawa kerumah sakit”

” Ne, baiklah Dokter Lee dan aku akan ke rumah sakit, Jung ahjumma, tolong kau telepon tuan Kim untuk segera menyusul ke rumah sakit” Nyonya Kim mengambil scarf dan blazernya, kemudian bergegas ke rumah sakit.

“Arraso nyonya” Jawab Jung ahjumma.

 

In Hospital 11 April 2012

 

“Mmm.. mmm” Hyorin perlahan membuka matanya, “Aku ada dimana? Mengapa ada Eomma?” Hyorin berbicara dengan perlahan.

“Hyorin? Kau sudah sadar?” Nyonya Kim yang sedang mengaduk cappucino terkejut dengan suara Hyorin, kemudian menoleh kearah putri tunggal kesayangannya itu.

“Ne~” Ujar Hyorin dengan suara parau, tubuhnya masih sangat lemas.

“Syukurlah. Chagi, kau semalam pingsan, kemudian Eomma dan Dokter Lee membawamu kerumah sakit. Kau pingsan karena tidak mau minum obatkan? Dasar anak Eomma bandel” Nyonya Kim mencubit kecil hidung Hyorin.

“Ah Eomma~, aku tidak suka obat itu, sudah 3 tahun aku minum obat pahit itu” Bibir pucat Hyorin mengerecut seperti anak kecil.

“Tapi kau tidak boleh begitu, ini demi kesembuhanmu Chagi” Nyonya Kim mengelus puncak kepala anaknya itu.

“Ehm.. Annyeong Appa datang” Terdengar suara berat Appa Hyorin, Tuan Kim.

“Appa~!” Ujar Hyorin sambil tersenyum.

“Ne Chagi. Bagaimana keadaanmu, hm?”

“Ya beginilah Appa, terbaring lagi, minum obat pahit lagi” Hyorin mengerucutkan bibir pucatnya lagi.

“Makanya anak Appa jangan nakal, jadi seperti ini kan” Tuan Kim mengelus puncak kepala Hyorin.

“Ne ne~. Eomma, aku ingin Nara kesini, Eomma telepon dia ya”

“Ne Chagi, Eomma akan menghubungi Nara”.

30 Minutes Later

“Hyorin-aa~~!” Terdengar suara cempreng yang khas menyeruak masuk ruangan Hyorin, siapa lagi kalau bukan Nara. Nara pun membungkukkan badannya memberi salam pada Eomma dan Appa Hyorin, kemudian berjalan menuju Hyorin.

“Nara~~, sudah lama kita tidak bertemu” Hyorin melebarkan kedua tangannya seakan ingin memeluk Nara, mereka pun berpelukan.

“Ne, aku juga. Bagaimana kondisimu? Apa kau baik-baik saja? Tidak kenapa-kenapa? Aku sangat khawatir”

“Kau ini berlebihan sekali sih, aku tidak apa-apa, gwenchana”

“Bagaimana tidak apa-apa. Lihat saja badanmu ini jadi semakin kurus,wajahmumu juga pucat seperti vampire”

“Gwenchanayo. Eomma, Appa, bisa tinggalkan kami sebentar? Aku ingin berbicara pada Nara” Kata Hyorin lemas.

“Ne, Chagi” Jawab mereka berdua.

“Nara ya, aku boleh meminta satu hal dari mu?” Tangan Hyorin yang diinfus memegang tangan Nara.

“Ne, tentu saja. Apa itu?”

“Aku ingin sekali bertemu Suju, bisakah kau membantuku? Sekali ini saja, bantu aku, aku ingin bertemu mereka, melihat mereka secara langsung, terutama Eunhyuk dan Leeteuk oppa”

“Arraso, kau tenang saja, pasti aku akan membantumu Hyorin-a” Nara tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi-gigi putihnya.

“Gomawo” Hyorin  tersenyum simpul.

 

======================================================================

 

Nara Pov, 12 April 2012

“Hhooamm” Aku meregangkan kedua lenganku dan mengumpulkan nyawaku kembali untuk menjalani hari ini, mataku masih sangat mengantuk karena aku begadang semalam untuk mengumpulkan jadwal Suju.

“Pagi yang cerah. Mulai hari ini aku harus membantu Hyorin, kasihan dia. Bagaimanapun caranya aku harus bisa mempertemukan Hyorin dengan Suju. Ya, Kwon Nara FIGHTING!” Aku menyemangati diriku sendiri, hari ini aku akan mulai menemui Suju, dan berusaha memberitahu mereka tentang Hyorin.

Setelah mandi dan bersiap-siap, kuambil secarik kertas berisi jadwal Suju yang kukumpulkan, kemudian membacanya.

“Jam 10 pagi, siaran Music Bank, jam 2 siang siaran Inkigayo, jam 7 malam Eunhyuk, Leeteuk, Donghae siaran radio sukira. Baiklah, aku akan menemui Eunhyuk, Leeteuk, dan Donghae saja nanti malam sehabis mereka siaran sukira” Walaupun aku dan Hyorin tinggal di Incheon, dan Suju ada di Seoul, tapi tak apa, demi sahabatku.

 

In Dorm Suju

“Jadwal kita hari ini tidak begitu padat, jam 10 pagi, siaran Music Bank, jam 2 siang siaran Inkigayo, jam 7 malam Eunhyuk, aku, dan Donghae siaran radio sukira” kata Leeteuk sambil membolak-balik jadwal-jadwal mereka.

“Baik hyung” Jawab semua member secara serempak tak terkecuali Eunhyuk.

“Mwo?” Kata Eunhyuk yang terlihat serius menatap layar laptop Apple nya.

“Wae?” Jawab Siwon.

“Aku sedang melihat-lihat kumpulan ELFs story yang berusaha bertemu kita, kalian ingin melihatnya? Ternyata perjuangan mereka sangat keras sekali, aku menjadi terharu, mereka ternyata benar-benar mencintai kita” Ujar Eunhyuk.

Semua member pun mengalihkan pandangannya ke layar laptop Eunhyuk.

“Aku benar-benar salut pada semua ELF, mereka benar-benar mencintai kita setulus hati mereka. Bahkan ada ELF yang sakit parah tetapi tetap mencintai kita” Ujar Sungmin

“Kita harus memberikan yang terbaik untuk mereka semua karena telah menjadi ELF dengan setulus hati” Tambah Leeteuk yang dibalas dengan anggukan para member.

 

Author PoV

Nara memakai blazer coklat dan scarf hitam yang ia lilitkan dilehernya, bergegas menuju Seoul untuk menemui Super Junior menggunakan bus. Nara sengaja pergi sore hari agar bisa sampai tepat waktu. Sebelum pergi, Nara mengirim pesan pada Hyorin.

‘To: Hyorin ♥

Aku sedang menuju Seoul bertemu oppadeul, ini semua untukmu. Doakan aku ya supaya berhasil ^^’

Tak lama, Hyorin pun membalasnya

‘From: Hyorin

Ne~ Gomawo Nara ya, FIGHTING. C:’

Nara tersenyum simpul, kemudian berangkat ke Seoul.

 

2 Hours Later

 

======================================================================

 

Jam menunjukkan pukul 5 sore, dan Nara telah tiba “Akhirnya sampai juga di Seoul. Sekarang aku akan pergi ke studio sukira” Nara memasukkan kedua tangannya kedalam kantung blazernya, kemudian berjalan menuju studio sukira yang tak begitu jauh dari pemberhentian bus.

Nara pun sampai di studio sukira, Nara menunggu kedatangan Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae di taman dekat sukira.

Tak berapa lama, mobil van putih sampai di sukira, Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae turun bergantian dari van tersebut.

“Ah.. Itu mereka!” Nara pun berlari kecil menghampiri mereka.

“Oppa.. Oppadeul~!” Nara berteriak, Leeteuk pun menoleh ke arah sumber suara.

“Ne?” Kata Leeteuk

“Oppa.. Bisakah aku berbicara dengan kalian bertiga? Sebentar saja, aku mohon. Ini demi temanku” Nara memohon sambil memasang puppy eyesnya.

“Hmm.. Memangnya ada perlu apa?” Donghae dan Eunhyuk menghampiri Leeteuk dan Nara.

“Ini tentang sahabatku oppa, aku mohon sebentar saja. Otte?”

“Baiklah, gwenchana. Kami masih punya banyak waktu sebelum sukira, ikut kami masuk kedalam saja, kita berbicara di Lobby” Leeteuk pun mempersilahkan Nara masuk.

 

—————————————————————————————————————————

 

“Hmm jadi begitu ceritanya, baiklah. Kami bisa membantumu, nanti ketika kami konser di Incheon, aku akan meminta pada manager kami agar temanmu bisa ke backstage bertemu kami semua. Bagaimana?” Kata Leeteuk

“Mwo? Jeongmal? Gomawo oppa, aku sangat berterimakasih pada kalian semua. Pasti temanku akan senang sekali” Nara tersenyum simpul.

“Ne, cheon. Sampaikan salam kami pada Hyorin ya” Donghae, Eunhyuk, Leeteuk tersenyum.

“Ne oppa. Oppadeul, aku harus pulang sekarang, sampai bertemu di Show Incheon ya. Annyeong~” Nara membungkukan badannya, kemudian melambaikan tangannya pada mereka sambil terus tersenyum.

 

13 April 2012

 “Annyeong Hyorin~!” Nara melambaikan tangannya pada Hyorin yang masih tergolek lemah di ranjang rumah sakit, bahkan wajahnya tampak makin pucat dari yang sebelumnya.

“Ne, Annyeong” Hyorin balas menyapa, suaranya parau.

“Bagaimana kemarin? Lancar?” Tanya Hyorin dengan senyum penuh harap.

“Ne! Sukses!” Nara tersenyum lebar, Begitu juga dengan Hyorin.

“Nara-ya.. Menurutmu, apa aku akan sempat melihat mereka?” Hyorin menatap langit-langit ruangan bercat putih itu.

“Pasti sempat, tenang saja”

“Tapi, aku tidak yakin Nara-ya. Aku rasa waktuku akan sedikit lagi”

 “Andwae! Jangan katakan itu, kau harus yakin Hyorin-a. Kau harus yakin bisa sembuh, bertahan, melihat Suju, dan menjaga kedua orangtuamu!” Nara menggenggam tangan Hyorin.

Hyorin Pov

Kondisiku makin hari semakin memburuk saja, aku hanya bisa berserah dan berdoa pada Tuhan sekarang. Aku mohon, agar aku bisa melihat idolaku di hari terakhirku nanti. Kuambil bukuku, dan kemudian menulis sebuah puisi.

 

My Star

There’s a Star

A very Big Star

This Big Star is divided by 15 stars

They’re very Bright

They’re very Kind and Good

They’re Very Inspiring me

They’re always make me happy

Deep inside in my heart

I Love Them

Saranghae,

Super Junior

 

“Haahh, dua hari lagi konser Suju. Aku harus kuat! Fighting!” Aku menyemangati diriku sendiri kemudian menutup bukuku. “Mungkin ini puisi terakhir yang kubuat untuk kalian oppadeul” Lanjut Hyorin.

 

14 April 2012

“Eomma, Appa.. Besok aku ingin menonton Super Junior. Aku mohon kalian memperbolehkanku, sekali ini saja. Nara sudah memesankan tiket VVIP untukku” Aku meminta izin pada Eomma dan Appa.

“Tapi kondisimu sedang buruk chagi” Kata Eomma

“Gwenchana, aku tidak apa. Aku mohon”

“Benar kau tidak apa-apa? Appa dan Eomma khawatir” Sambung Tuan Kim.

“Ne, percaya padaku, aku baik-baik saja”

“Baiklah kalau begitu chagi. Kau boleh ke konser mereka, asal kami juga ikut. Otte?” Kata eomma.

“Ne, tapi bagaimana dengan tiket untuk Eomma dan Appa?”

“Tenang saja, Appa punya kenalan yang menjual tiket show seperti itu” Ujar appa seraya tersenyum.

‘Akhirnya, impianku terkabulkan. Terimakasih Tuhan’ Kataku dalam hati.

 

15 April 2012 (Author PoV)

“Annyeong, selamat siang Hyorin, ahjumma, ahjussi” Nara datang ke kamar pasien Hyorin, kemudian membungkukan badannya.

“Sudah siap untuk hari ini?” Nara bertanya pada Hyorin sambil menunjukkan gummy smilenya.

“Ne! Aku sudah siap, aku sangat tidak sabar bertemu mereka. Lihat, aku, Eomma, dan Appa memakai baju biru safir khas ELF” Ujar Hyorin semangat.

“Ne.. Aku juga” Nara pun tersenyum.

“Baiklah, semuanya sudah siap. Mari kita berangkat kesana” Sahut Appa Hyorin. Mereka pun berangkat bersama ke gedung show Super Junior.

 

======================================================================

 

Sesampainya disana, Hyorin yang duduk dikursi roda dan tangan masih di infus dibantu oleh Nara untuk mendorongkan kursinya. Mereka berempat terlihat senang, terutama Hyorin, senyumnya tak lepas sedari tadi, dia sangat bahagia, impiannya terjadi. Mereka pun segera duduk di tempat VVIP.

Jam 2 siang, konser pun dimulai. Para ELFs beramai-ramai masuk ke gedung kemudian duduk dan berdiri dengan teratur. Super Junior membuka acara dengan perkenalan diri, kemudian membawakan lagu-lagu hits mereka, dilanjutkan dengan performance solo tiap member, SJ H, SJ M. Para ELFs menyanyikan fanchants dengan kompak.

Tiba di akhir acara, Super Junior menutup dengan lagu Marry U, lagu kesukaan Hyorin. Para ELFs, juga Hyorin dan Nara, mengangkat lightstick blue sapphire dan bernyanyi bersama.

 

Hyorin PoV

 

‘Ini, lagu kesukaanku, aku sangat bahagia sekali hari ini. Bertemu dengan oppadeul’ ucapku dalam hati.

‘Tes Tes’

Setetes demi setetes air bening turun dari mataku dan membasahi pipiku, aku menangis bahagia untuk hari ini. Akhirnya permintaan terakhirku bisa terjadi. Ketika lagu Marry U selesai oppadeul nyanyikan, pandanganku kabur dan berputar-putar, pendengaranku juga perlahan semakin menghilang, aku sangat pusing, tiba-tiba semuanya putih.

 

Author PoV

 

Bunyi ambulance terdengar nyaring diluar gedung, Eomma dan Appa Hyorin segera membopoh tubuh Hyorin dibantu tenaga medis untuk ke mobil ambulance, sementara Nara menyusul.

“Oppadeul.. Oppadeul~”Nara berlari di koridor gedung menuju backstage Suju.

“Ne? Mwo? Kau Kwon Nara yang waktu itu kan? Dimana temanmu itu?” Eunhyuk menghampiri Nara yang sedang mengatur nafasnya.

“Hyorin tadi pingsan setelah menonton kalian, sekarang sedang diperjalanan ke rumah sakit. Oppadeul, kumohon ikut denganku menemui Hyorin, ini permintaannya”

“Jadi Hyorin pingsan? Ah, arraso. Baiklah, ayo kita kesana” Kata Leeteuk. Leeteuk cs pun segera menuju rumah sakit bersama Nara.

 

======================================================================

 

“Dokter Lee, tolong sembuhkan anak kami. Saya mohon” ujar Nyonya Kim berurai airmata.

“Ne, aku akan berusaha semaksimal mungkin. Sekarang kalian berdoa saja, semoga kanker stadium akhir Hyorin masih dapat ditolong. Semoga Tuhan masih memberi kesempatan” Dokter Lee pun masuk kedalam ruang operasi.

 

Hyorin PoV

 

“mm mmm” Aku membuka mataku perlahan, bau obat-obatan khas rumah sakit menyeruak di hidungku, kulihat infus, selang oksigen, alat pendeteksi denyut jantung sudah terpasang ditubuhku, kuhilat Dokter Lee dan beberapa perawat sedang menyiapkan alat-alat operasi.

“Dokter Lee” Kataku dengan suara parau.

“Ne? Hyorin? Kau sudah sadar? Jangan banyak bergerak, sebentar lagi kau akan dioperasi”

“Anio, tidak usah. Aku tidak perlu dioperasi lagi, tolong panggilkan eomma dan appaku dok”

“Hyorin-a? Chagi, wae?” Tanya Eomma.

“Eomma, Appa. Mian, kalau selama ini aku merepotkan kalian terus, aku ingin eomma dan appa menjaga diri dan kesehatan baik-baik ya, jangan sampai sakit. Juga untuk Jung ahjumma, dia sudah tua, jangan memberikan dia pekerjaan yang berat” Kataku sambil tersenyum dan menggenggam tangan eomma dan appa, tangan hangat yang sudah selama 19 tahun menjaga dan merawatku dengan baik.

 

“Hyorin-a~~!” Suara teriakkan cempreng khas Nara menyeruak masuk ruangan ini.

“Nara? Oppa….? Oppadeul??” Aku menoleh kearah Nara, dan… Oppadeul Super Junior yang datang kesini. Aku sangat terkejut, Benarkah? Ini bukan mimpi?!.

“Ne~. Kami Super Junior, idolamu”Leeteuk dan member lain tersenyum.

“Kami dengar kau suka padaku dan Leeteuk hyung, bukan begitu? Sekarang kami semua datang untukmu” Eunhyuk dan Leeteuk menghampiriku dan menggenggam tanganku yang di infus ini.

” Ne, aku sayang kalian, sayang kalian semua. Terimakasih oppadeul karena meluangkan waktu untukku, aku sangat berterimakasih. Akhirnya penantianku selama 3 tahun agar bertemu kalian tidak sia-sia”

“Oppadeul, aku ingin memberi kalian buku kesayanganku, mian kalau aku hanya bisa memberi kalian ini, tetapi buku ini semua berisi isi hatiku yang sangat tulus menjadi ELF. Dan mungkin, ini adalah hadiah terakhirku untuk kalian, hadiah terakhir selama aku menjadi ELF, tetapi aku akan terus menjadi ELF dan takkan melupakan kalian selamanya” Lanjutku dengan suara parau dibalik masker oksigen ini, tubuhku semakin melemah, nafasku pun tidak beraturan. Akupun menyerahkan buku bersampul biru safirku kepada Leeteuk oppa.

 

Dengan segenap sisa kekuatanku, aku melanjutkan kalimatku

“Appa, Eomma, jaga diri kalian baik-baik, terimakasih telah menjadi orangtua yang hangat dan baik untukku. Nara, terimakasih sudah menjadi sahabat yang setia dan baik padaku, aku tidak akan melupakanmu. Dan oppadeul, terimakasih sudah menyemangatiku selama 3 tahun ini, teruslah akur dan menginspirasi banyak orang. Sekarang permintaan terakhirku sudah terwujud semuanya, dan aku bisa tenang sekarang. Aku sayang kalian semua” Ucapku untuk yang terakhir kalinya.

Airmataku kembali membasahi pipiku, airmata bahagia, kemudian aku tersenyum lepas, tanpa beban. Perlahan, nafasku menghilang, dan aku menutup mataku perlahan untuk selamanya.

 

THE END